2 Bulan, KP3A Empat Lawang Catat 6 Kasus Pelecehan Seksual Anak

EMPAT LAWANG, KSOL –  Upaya pemerintah menerapkan hukuman kebiri kepada pelaku kejahatan kekerasan seksual terhadap anak alias sodomi, cukup membuahkan hasil di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini.

Hal itu terbukti dengan meningkatnya laporan kasus sodomi, masuk ke Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Empat Lawang, sejak 3 bulan terakhir yakni sejak diberlakukan peraturan baru tersebut. “Pada triwulan (tw) pertama kasus yang masuk sedikit, tapi di tw 2 laporan melonjak naik. Satu minggu mencapai 3-4 kasus yang masuk,” ujar Kepala KP3A Empat Lawang, Iis Juairiah, kemarin (21/6/2016).

Iis menjelaskan, kasus sodomi yang terjadi pada tw pertama hanya ada satu kasus, yakni terjadi di Bulan Februari. Kemudian setelah itu tidak ada kasus. Baru kemudian ada lagi 3 kasus di Bulan Mei. Selanjutnya 3 kasus di Bulan Juni. Kasus sodomi yang terjadi hanya berjarak 2-5 hari dari setiap kasusnya.

“Mungkin kasus itu banyaknya dari dahulu, mungkin banyak diselesaikan begitu saja. Nah, akibat hukuman kebiri ini, banyak yang melapor ke kami. Makanya tw 2 ini meningkat. Berarti hukuman kebiri ini menimbulkan efek baik dalam kasus biadab ini,” kata dia.

Sejauh ini, hingga Bulan Juni atau akhir tw 2 ini, kasus sodomi mengalami penurunan dari tahun
2014. KP3A mencatat ada 7 kasus sodomi, 1 kasus human trafficking dan 9 kasus perlakuan anak dengan hukum. Dengan demikian total kasus yang terjadi sebanyak 17 kasus.

Sedangkan di 2015 total kasus yang terjadi 63 kasus. “Memang jauh dibandingkan tahun kemarin, tapi ini masih menyisahkan setengah tahun perjalan lagi, segala kemungkinan bisa terjadi, tapi harapan kami tidak terjadi lagi,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI 
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *