Tak ada perpanjangan Kapolri, adanya penundaan pensiun Badrodin

JAKARTA, KSOL – Calon kapolri pilihan Presiden Jokowi masih teka teki. Anggota Komisi III Arsul Sani menuturkan, tidak menutup kemungkinan Presiden Jokowi memutuskan ‘menunda’ pensiun Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti. Tapi harus menerbitkan Perpres memperpanjang usia pensiun.

“Dengan cara memperpanjang masa dinas aktif, kalau itu dilakukan, dengan sendirinya belum pensiun. Bukan masa jabatan kapolri-nya yang diperpanjang tapi masa dinas aktifnya yang diperpanjang. Caranya tidak menggunakan Perppu, di dalam UU kepolisian dan PP nomor 1/2003 itu diatur memang. Seorang anggota polri yang mencapai umur 58, itu dapat diperpanjang masa dinas aktifnya,” jelas Arsul kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Jika presiden tidak memperpanjang pensiun Badrodin, DPR berharap kepala negara mengirimkan nama calon Kapolri pengganti Jenderal Pol Badrodin Haiti. Harapannya, nama tersebut disetor tidak melebihi bulan ini.

“Idealnya di minggu ke tiga bulan Juni ini DPR sudah menerima nama calon kapolri. Sehingga DPR punya waktu leluasa. Yang jelas jangan lebih dari bulan Juni,” ujarnya.

Jika mengacu masa jabatan Badrodin, seharusnya nama calon kapolri yang baru sudah masuk ke parlemen. Namun kenyataannya Presiden Jokowi belum mengirimkan nama ‘jagoannya’ untuk menjalani fit and proper test di DPR.

“Karena itu DPR akan ada dalam posisi yang sulit, karena 20 hari kerja, sikap DPR yang akan diberikan itu akan terhalang libur Lebaran. Walaupun cuma libur lebaran, katakanlah cuma seminggu, tapi dalam praktiknya sering molor juga. Itu yang buat tidak efektif,” ungkapnya.

“Tapi Insya Allah jika diberikan sebelum bulan Juni ini, maka bisa terpilih kapolri yang baru. Itu kalau yang dilakukan presiden adalah mengajukan nama kapolri baru,” jelas Arsul.

TEKS / FOTO : MERDEKA.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *