HARGA DAGING SAPI DI PRABUMULIH TINGGI, PEDAGANG MENJERIT

PRABUMULIH, KSOL — Bulan suci ramadhan kali ini merupakan bulan yang berat bagi pedagang daging sapi. Tingginya harga daging ditambah krisis ekonomi yang melanda Kota Prabumulih membuat pedagang gigit jari.

Ratna, salah satu pedagang mengaku dibulan puasa kali ini, penjualan daging sapi mengalami sepi pembeli jika dibandingkan tahun tahun sebelumnya. “2016 anjlok sikok sapi tidak habis dalam sehari. Kito pedagang jangan idak ngambek bae. Jadi tolong pak Jokowi, bukan masyarakat bae pengen beli murah, kami jugo pedagang pengen jual murah,” ungkapnya.

Menurut Ratna, tingginya harga sapi dipasaran membuat para pedagang menekan harga jual. Ini dilakukan agar penjualan daging sapi dilirik oleh pembeli. “Kami saat ini cuma ambil 1000 rupiah. Kadang kadang wong ngomong di TV hargo daging sapi cuma 80 ribu. Ya silahkan beli di tv atau dijakarta bae. Kami tejual rumah sikok oleh krisis seperti ini,” ujarnya.

Untuk omzet sendiri, kata Ratna, dari hasil penjualan daging sapi sendiri dirinya hanya mendapatkan untung berkisar Rp 5 juta. “Kalau dulu keluar itu bawa uang Rp 50 juta, sekarang ini untuk dapat uang Rp 5 juta saja susah minta ampun,” keluhnya.

Ditambah, terang Ratna, sejumlah pedagang bakso saat ini telah beralih ke daging ayam sebagai bahan pokok pembuatan bakso. Hal ini dilakukan untuk menekan harga bakso yang apabila menggunakan daging sapi bisa mencapai Rp 15 ribu per porsinya. “Pedagang bakso lari ke ayam. Karna kalau menggunakan daging sapi seporsi bakso dijual Rp 15 ribu. Dengan daging ayam, harga bakso bisa jual Rp 5 ribu. Artinya lebih murah,” terangnya.

TEKS : RMOLSUMSEL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *