Legislator Dapil Sumsel, ‎Sayangkan Kasus TKW Diancam Hukuman Gantung

JAKARTA, KSOL –  Irma Suryani Chaniago, salah satu anggota DPR Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan II menyesalkan sikap Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dalam menangani kasus Rita Kristiadi, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang menghadapi hukuman gantung di Malaysia.

Irma Suryani Chaniago, salah satu anggota DPR Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan II

Irma Suryani Chaniago, anggota DPR Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan II

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem ini, Rita seharusnya tidak dihukum gantung. Sebab menurut Irma, Rita adalah korban jual beli manusia (trafficking). “Harusnya dia gak dihukum mati, dia itu kan trafficking, dia dizalimi, kok. Kronologinya harusnya dibawa ke Malaysia, (BNP2TKI) sampaikan,” ujar Irma di ruang rapat Komisi IX, Rabu (7/6/2016).

Irma kemudian membandingkan dengan upaya perlindungan pemerintah Australia terhadap gembong narkoba, warga Australia yang akan dihukum mati di Indoensia. Menurut Irma terhadap kasus ini, Pemerintah Australia berupaya semaksimal mungkin membela warganya.

“Australia saja berusaha mati-matian membela warga negaranya yang gembong narkoba saat akan dihukum mati di Indonesia. Oleh karena itu kita jangan sampai mendiamkan saja TKI yang menghadapi soal hidup dan matinya,” ujarnya.

BERITA LAINNYOTKW Ponorogo Terancam Digantung di Malaysia

Lebih lanjut Irma menyayangkan adanya rencana pemotongan anggaran terhadap BNP2TKI yang melindungi jutaan tenaga kerja. Seharusnya, menurut Irma anggaran untuk perlindungan TKW ditambah bukan malah dikurangi. “Seharusnya tambah lagi anggarannya, nggak usah nanggung. Jangan malah dipotong, yang penting jelas penggunaannya. Komisi IX pasti dukung,” cetusnya.

TEKS / FOTO : DOK.NASDEM 
EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *