Duh, Jalinsum Pasar Tebing Tinggi Kok Seperti Terminal

EMPAT LAWANG, KSOL – Kepadatan arus lalu lintas menyebabkan kemacetan di jalan lintas sumatera (Jalinsum) pasar Tebing Tinggi setiap hari terjadi. Salah satu penyebabnya, masih banyak angkutan umum bandel yang melakukan bongkar muat, serta menaik-turunkan penumpang di kawasan pasar. Dengan kondisi seperti terminal, wajar jika jalinsum pasar Tebing Tinggi rawan macet.

Pantauan kabarsumatera.com, kemacetan kerap terjadi sekitar pukul 10:00 WIB dan menjelang berbuka puasa. Salah satu penyebabnya yakni tidak tertibnya angkutan umum dalam menunggu dan menurunkan penumpang. Ditambah jalan di Pasar Tebing Tinggi banyak mengalami kerusakan, yang membuat laju lalulintas sedikit terhambat.

AKP Indra Jaya. SH, Kasat Lantas Polres Empat Lawang

AKP Indra Jaya Syafputra. SH, Kasat Lantas Polres Empat Lawang

Agar tidak terjadi kemacetan total, Sat Lantas Polres Empat Lawang memberi batas jalan dengan memasang kerucut dan juga menyiagakan anggota Sat Lantas untuk menertibkan arus lalulintas dipasar Tebing Tinggi.

Kasat Lantas Polres Empat Lawang, AKP Indra Jaya Syahputra mengatakan, sejak masuk bulan suci ramadhan anggota Sat Lantas sudah memasang kerucut sebagai batas jalan. Hal itu dilakukan untuk menimalisir terjadinya kemacetan total di Pasar Tebing Tinggi.

“Insya Allah kalau kemacetan total tidak terjadi di Pasar Tebing Tinggi. Namun memang ada sedikit yang membuat arus laulintas tidak lancar dikarenakan tidak tertibnya angkutan umum dalam menaikan dan menurunkan penumpang,” kata Indra saat memantauan arus lalulintas di Pasar Tebing Tinggi, Selasa (7/6/2016).

Sebab itu, dikatakan Indra, jika ada angkutan umum yang sembarangan berhenti, pengendara yang dibelakangnya bisa memberi isyarat dengan membunyikan klakson, agar yang sembarangan berhenti ini mengetuhi jika dirinya itu penyebab terjadinya kemacetan.

“Nah jika ada yang sembarangn saja berhenti, klakson kan saja terus menerus. Nah saat itu akan terjadi psikologi massa, dengan itu yang berhenti sembarangan itu bisa merasa malu,” tukasnya.

TEKS  : SAUKANI 
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *