Ponpes Thawalib Menunggu Para Dermawan

MUARA ENIM, KSOL – Panti Asuhan dan Pondok Pesantren (Ponpes) Thawalib Darussalam Serasan Sekundang yang beralamat di Air Lintang Kecamatan Kota Muara Enim telah mencetak santriwan dan santriwati berprestasi. Terbukti dengan banyaknya penghargaan dan piala yang di koleksi yayasan tersebut. Ditempat itu juga berdiri SMP Islam di tengah-tengah pondok pesantren yang diasuh Buya Zulkarnain S.Pd.I

Pondok pesantren tersebut menempati lahan yang cukup luas di tengah-tengah pemukiman padat penduduk. Lebih dari 100 santriwan dan santriwati menempuh pendidikan agama dan mondok di tempat tersebut. Sebagian besar mereka dari anak-anak keluarga tidak mampu di wilayah Kabupaten Muara Enim dan sekitarnya.

Santriawan dan santriwati panti asuhan dan pondok pesantren ini banyak memiliki keahlian serta kelebihan, seperti kesenian marawis, berkebun, dan beternak ikan di lingkungan pondok. Berpidato dengan bahasa indonesia dan bahasa asing seperti Arab dan Inggris.

Namun, Buya sebagai pimpinan panti asuhan dan pondok pesantren Thawalib Darussalam Serasan Sekundang masih banyak memendam rasa dan harapan yang lebih baik lagi. Dalam mengembangkan mutu pendidikan yang lebih baik kedepannya. Saat dibincangi di kediamannya pekan silam, Buya Zulkarnain mengungkapkan tentang kebutuhan yang ada di Panti Asuhannya.

“Sarana belajar masih minim, serta  sarana santri selama mondok juga masih minim. Kebutuhan operasional pondok juga sangat besar untuk memenuhi sehari-hari,”ungkap Buya Zulkarnain.

Ke depan, lanjut Buya, sarana dan prasarana perlu ditambah lagi untuk meningkatkan kualitas belajar para santrianya. Apalagi, untuk sekolah di tempat ini semua digratiskan. Namun para demikian para santri wajib tinggal di pondok. Ia juga sangat berharap kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim untuk memberikan ijin membuka sekolah menengah atas islam di lingkungan ponpesnya.

“Saya berharap tahun ini bisa membuka SMA juga di ponpes ini. Sehingga anak-anak tidak perlu sekolah di luar, dan biaya operasional sehari-hari juga murah,”tambahnya.

Ia sangat berharap agar ke depan banyak hamba-hamba Allah yang peduli terhadap anak yatim dan dhu’afa yang ingin bersekolah, mereka yang selama ini tinggal di ponpes Thawalib Darussalam ini.

“Bukankah bersodakoh itu dapat mencegah balak, marabahaya dan musibah? bukankah mengurus makan yatim dan belajar yatim itu tugas orang-orang muslim, bukankah menghardik dan menyia-nyiakan anak yatim itu perbuatan dosa besar?” katanya.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *