Film MENITI 20 HARI : dari Musi Banyuasin menuju Ogan Ilir

OGAN ILIR, KSOL – Setelah sebelumnya 4 hari menyelesaikan shoting di Desa Ulak Paceh, Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) Sumatera Selatan, sejak tadi malam, Rabu sampai hari ini, Kamis (30/6/2016) crew film Meniti 20 Hari (M20H) menyelesaikan scene ke-93 di Desa Talang Balai Baru II Kabupaten Ogan Ilir.

Shoting kali ini mengambil lokasi di kediaman Hj Amanah Mahmud, salah satu pengurus Aisyiah Ogan Ilir Sumatera Selatan. Pengambilan lokasi ini berdasar pada tapak sejarah Ketua Umum Muhammadiyah (1979-1988) H.AR Fachruddin yang menurut sejumlah sumber, pernah singgah dan tinggal di rumah Hj. Amanah Mahmud.

Salah satu adegan film MENITI 20 HARI di Desa Talang Balai II Ogan Ilir Sumsel

Salah satu adegan film MENITI 20 HARI di Desa Talang Balai II Ogan Ilir Sumsel. Tampak Suwaibatul Aslamiyah (Mia) sedang memerankan Halimah dan Yosep Suterisno berperan sbg Rohman

AR Fachruddin, di kemudian hari dikenal dengan Pak A-R (baca : A-Er). Film berdurasi 105 menit ini, mengisahkan perjalanan Pak AR bersama Kepanduan Hisbul Wathon (HW) ketika melakukan perjalanan panjang antara Desa Ulak Paceh Muba Sumatera Selatan menuju Medan Sumatera Utara.

Secara genetika, Pak AR lahir dan berdomisili di Yogyakarta. Namun siapa sangka, kalau sebelum menjadi Ketua Umum Muhammadiyah, ternyata tokoh yang satu ini pernah  tinggal dan besar di Desa Ulak Paceh Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan di tahun 1940-an.

Selama ini, sebagian warga Muhammadiyah di Sumatera Selatan tidak banyak yang mengetahui perjalanan dan ketokohan Pak AR di Sumatera Selatan. Melihat kenyataan itu, Drs Sukriyanto, M.Hum, Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah berharap, melalui film ini akan mengungkap dan membuka tabir sejarah terutama bagi kalangan  muda yang selama ini tidak mengetahui perjuangan Pak AR dalam mendirikan Muhammadiyah di Sumatera Selatan.

“Ini sangat berguna bagi kalangan muda, terutama di Sumatera Selatan. Sebab melalui film ini akan mengungkap sejarah asal muasal Muhammadiyah di Sumatera Selatan,” ujar Sukriyanto, yang merupakan anak kandung Pak AR.

Hingga berita ini ditulis, shoting film M20H akan dilanjutkan di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan yang merupakan tanah kelahiran tokoh Indonesia, Hatta Radjasa.

Mengawali shoting awal film ini dilakukan, Senin (23/5/2016) sekitar pukul 08.15 WIB, di Taman Wisata Hutan Punti Kayu (TWHPK) Palembang. Secara simbolik, Sukriyanto mewakili Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, kali itu memberi sambutan pada opening ceremoni sekaligus memberi aba-aba pengambilan gambar perdana (shoting) film “Meniti 20 Hari” produksi LSBO PP Muhammadiyah.  “Siap-siap ya! Kamera, action!” ujar Sukriyanto layaknya sutradara yang memberi aba-aba pada sebuah adengan film usai memberi sambutan.

TEKS / EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *