Berbatu, Berlumpur dan Tanpa Listrik, Tak Surutkan Semangat Tim Rambang Mengajar

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 Kecamatan Rambang, adalah satu diantara sekolah yang tersulit dijangkau di Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan. Untuk sampai di lokasi, siapapun harus menempuh jarak 30 km. Waktu yang diperlukan sekitar 3 jam lebih. Tak hanya jalur yang rusak, di sekolah itu belum juga ada aliran listrik dari PLN. Konsekuensinya, semua jalur komunikasi sangat sulit, apalagi jaringan telppon seluler belum bisa dinikmati warga setempat.

Namun kondisi itu tak menyurutkan semangat Tim Rambang Mengajar bersama Karang Taruna Marga Mulya. Mereka tetap melaksanakan hari inspirasi di SDN 15 Rambang di Talang Sinar Harapan itu, meskipun mereka harus melewati jalan berlumpur dan berbatu.

“Inilah SDN 15 Rambang dengan segala kekuranganya. Sekolah ini SD terjauh, terluar  dan tersulit didatangi, karena akses jalan hancur, licin be-rair dan berbatu,” ujar Wagiman, S.Pd Kepala SDN 15 Rambang, saat menyambut kedatangan Tim Rambang Mengajar dan Karang Taruna Marga Mulya, pekan silam, (24/6/2016).

Kali itu, betapa bersyukurnya bagi Wagiman dan jajaran SDN 15 Rambang. Sebab selama dalam kepemimpinannya, hampir tidak ada satu organisasi pun yang datang ke sekolahnya. “Selama saya disini, belum pernah ada satu organisasi atau sejenisnya datang menyambangi kami atau pun memberi motivasi kepada murid SDN 15 Rambang,” ujar Wagiman.

Tak ayal lagi, kedatangan Tim Rambang Mengajar bersama Karang Taruna Marga Mulya ke sekolah itu seperti tetesan air di gurun sahara. Tak henti-hentinya Wagiman, jajaran guru dan para murid  sekolah itu berucap berterima kasih atas kedatangan para relawan pendidikan ini.

Usai kegiatan hari inspirasi yang mengusung tema “Pemuda mengispirasi untuk negeri” dimulai dengan pembagian kelompok. Pada sesi ini, setiap kelompok mendapatkan pembelajaran materi tentang hukum disampaikan Jafsa Aldiono.SH, salah stau mahasiswa Pascasarkana (S.2) Hukum di Universitas Sriwijaya dan Doni Arifin SH.

Materi lainnya tentang Komputer disampaikan Efran Sudianto. S.Kom dan Jemi Aryanto, AM.d. Sementara  pembelajaran tentang peta dan budaya Indonesia, disampaikan Agsenfa Endarta. SP.d dan Sapril. Materi  pembelajaran tentang fotografer alam disampaikan Andri Antomi. S.Sos dan Dian Arsen. S.Pd.

Kemudian materi pembelajaran olah raga disampaikan Farlan Andika. Pembelajaran tentang Kepramukaan disampaikan Ahmad Torifi, S.Pd. Terakhir, inspirasi umum disampaikan Efriansya, seorantg pemuda pelopor nasional bidang pendidikan, M.Jafar Sidiq dan Sesi Nento mewakili dari Tim Pengajar Muda Indonesia Mengajar.

Usai acara, tim ini dan pihak sekolah melakukan acara penutupan. Kali itu, Efriansyah mewakili tim-nya mengharapkan agar kegiatan ini akan tetap berjalan, sehingga terjadi keseimbangan dan kerjasama antara SDN 15 Rambang bersama tim-nya.“Kami berharap, tim ini dapat selalu bersinergi memajukan pendidikan di Rambang ini,” ujarnya.

Mewakili dewan guru, Busili. S.Pd mengharapkan kegiatan ini dapat mendorong para murid SDN 15 Rambang menjadi lebih semangat dalam belajar. “Ke depan, kami juga berharap untuk lebih sering berkunjung ke sini dan bahkan mungkin sebulan sekali diadakan kegaiatan seperti ini,”  ujarnya berharap.

TEKS / EDITOR : IMRON SUPRIYADI
FOTO : TIM RAMBANG MENGAJAR

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *