Duh, Ada Guru PNS Bolos Setahun Tapi Masih Gajian

EMPAT LAWANG, KSOL – Pengawasan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS), di Kabupaten Empat Lawang, kembali dipertanyakan. Bagaimana tidak, ada dugaan oknum guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tebing Tinggi, yang sudah bolos kerja hingga satu tahun lebih, namun tidak pernah mendapatkan sanksi ataupun teguran. Ironisnya, oknum guru SD tersebut hanya datang ke sekolah, saat hendak mengambil gaji saja.

Padahal, sesuai dengan peraturan yang ada, PNS yang bolos kerja tanpa keterangan yang jelas sebanyak 56 hari dari akumulasi dalam setahun, bisa dipecat tidak dengan hormat.

Informasi yang berhasil dihimpun kabarsumatera.com menyebutkan, oknum guru berjenis kelamin perempuan itu bertempat tinggal di kabupaten tetangga. Ia hanya nyaris tidak pernah melaksanakan tugasnya sebagai guru di SD tersebut, karena hanya datang beberapa kali atau saat gajian saja. Setidaknya, sejak Februari 2015 hingga saat ini, oknum tersebut diketahui bolos mengajar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Empat Lawang, Agusni Efendi mengatakan, dirinya belum mendapatkan laporannya. “Nanti saya suruh Kabid Dikdas untuk mengecek kebenarannya, karena hingga saat ini saya belum mendapatkan laporan dimaksud,” ungkap Agusni.

Sementara itu, Kepala BKD Empat Lawang, Peterson Okki Bial saat dibincangi mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan yang masuk ke BKD Empat Lawang, terkait dugaan oknum guru PNS yang bolos kerja hingga Satu tahun lebih tersebut. “Sejak menjabat Kepala BKD, saya belum mendapatkan laporannya. Jika dugaan dimaksud memang benar, bisa saja yang bersangkutan dipecat tidak dengan hormat, sesuai denhan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Salah satu guru yang ada di Tebing Tinggi mengatakan, pemkab Empat Lawang, melalui instansi terkait, hendaknya bisa segera mengecek kebenaran informasi tersebut. Sebab, jika kondisi seperti ini dibiarkan, akan menjadi contoh yang tidak baik bahkan akan ditiru oleh pegawai atau PNS lainnya.

“Jangan hanya mengambil gaji saja yang ia mau, sedangkan kewajibannya untuk mengajar diabaikan. Harus ada tindakan tegas dari pemerintah, agar tidak ditiru oleh guru atau pegawai lainnya,” cetus guru tadi seraya menolak disebut namanya.

TEKS : SAUKANI
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *