Kalau Kita Negatif, Allah akan Negatif. Khofifah : Katakan, Anak Kita Sehat dan Cerdas

PALEMBANG, KSOL – Pagi menjelang siang. Jam masih menunjukkan pukul 08.00 WIB. Namun Ruang Parameswara lantai 2 Kantor Wali Kota Palembang, Sumatera Selatan sudah dipenuhi ratusan ibu. Sebagian pengurus karang taruna, penerima program PKH dan puluhan pendamping PKH. Mereka hadir guna menunggu Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial RI, yang dijadwalkan akan hadir hari itu, Rabu (18/5/2016).

Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial RI saat memberi sambutan di Ruang Parameswara Pemkot Palembang

Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial RI saat memberi sambutan di Ruang Parameswara Pemkot Palembang, Rabu (18/5/2016)

Dalam beberapa  jam, para ibu harus tertahan. Demikian juga sejumlah awak media, yang sejak pagi sudah berdatangan di press room Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Beberapa wartawan saling tanya. Sesekali mereka mengotak-atik hand phonenya. “Pesawatnya delay, jadi Bu Menteri agak terlambat,” ujar Darwin Syarkowi, salah satu jurnalis memberitahu ke beberapa wartawan.

Sementara awak media nongkrong manyun di press room, samar terdengar dari ruang Parameswara dentam-dentum musik dengan berbagai genre musik. Sesekali pop. Sesekali dangdut. Namun sesaat terdiam, dan tiba-tiba gelak tawa riuh dari ruangn itu menembus setiap dinding di press room.

969863215pkhTapi sejumlah awak media yang juga menunggu Khofifah, sebagian tak menggubris tentang gerangan apa yang terjadi di ruang Parameswara. “O, kiroi apo dio, ruponyo ibu-ibu lagi nyanyi. caro ibu-ibu-lah,” tukas salah seorang wartawan yang sempat mengintip sesaat ke ruang Parameswara kemudian menggeloyor pergi.

Ratusan ibu di ruang Parameswara dalam tiga jam harus bersabar. Mereka duduk sembari menikmati sejumlah lantunan lagu yang didendangkan antar mereka sendiri. Itu dilakukan guna mengusir kejenuhan menanti kedatangan  Khofifah, yang baru datang pada pukul 11.30 WIB.

BAGITO : Bagi Roto

Kedatangan Khofifah di Palembang kali itu untuk menyerahkan dana program perlindugan sosial Conditional Cash Transfer (CCT) atau dikenal dengan Program Keluarga Harapan (PKH).di kantor Walikota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (18/5/2016). Palembang dinobatkan sebagai salah satu kota dari 100 kota percontohan tata kelola PKH.

“Palembang akan menjadi salah satu kota untuk uji coba penyerahan bantuan sosial (Bansos) program PKH melalui keuangan inklusif. Tujuannya untuk mencegah adanya pemotongan atau BAGITO alias bagi roto (bagi rata),” ujarnya.

Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial RI saat meninjau stand hasil program PKH di Pemkot Palembang, Rabu (18/5/2016)

Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial RI saat meninjau stand hasil program PKH di Pemkot Palembang, Rabu (18/5/2016)

Khofifah mengakui, selama ini yang terjadi, di antara ketua RT atau kepala desa, menerapkan sistem BAGITO, dengan membagi rata bantuan dari pemerintah ke semua warga. “Katanya supaya adil, mereka dapat semua meskipun hanya sedikit. Nah, dengan sistem keuangan inklusif ini, hal itu tidak boleh terjadi,” tukas Khofifah.

Dana yang digulirkan sebesar Rp 41 miliar bagi penerima PKH. Sementara total anggaran bagi PKH di Indonesia  sebesar Rp 9.98 triliun. “Semua dana yang akan diterima diserahkan secara tunai dan tidak ada potongan. Kalau ada yang memotong, maka pendamping PKH akan kita ganti,” tegas Khofifah.

PKH merupakan suatu program penanggulangan kemiskinan. Kedudukan PKH merupakan bagian dari program-program penanggulangan kemiskinan lainnya. PKH berada di bawah koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), baik di Pusat maupun di daerah. Oleh sebab itu akan segera dibentuk Tim Pengendali PKH dalam TKPK agar terjadi koordinasi dan sinergi yang baik.

Program PKH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Bagi anggota keluarga Rumah Tangga Sasaran (RTS) diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan. “Tahun ini penerima PKH akan ditambah 2, 5 juta penerima baru,” ujarnya yang ditingkahi tepuk riuh hadirin.

beritapaytren-STOP JD KARYAWAN Melalui bantuan ini, menurut Khofifah untuk mendorong keluarga Indonesia menjadi keluarga yang sejahtera. Sejahtera yang dimaksud, mewujudkan keluarga yang sehat dan cerdas. Oleh sebab itu para ibu, sejak saat ini para orang tua sudah harus mulai memberi motivasi positif kepada anak-anaknya untuk menjadi anak yang sehat dan cerdas.

“Coba, saya tanya kepada para ibu. Kalau bangun tidur apa yang dikerjakan?” tanya Khofifah. Tapi hadirin hanya diam. Diantara mereka hanya saling pandang. Tak jelas, ingin menjawab atau memang tidak tahu jawabannya. Sesekali ada yang berbisik dengan tamu di sebelahnya. Sesaat suasan hening. Hadirin menunggu jawaban dari Khofifah.

“Sekarang, begitu bangun tidur, para ibu harus mengatakan: anak saya harus sehat dan cerdas. Anak saya harus sehat dan cerdas! Beri motivasi positif kepada putra-putri kita,” ujarnya.

Kenapa ini penting? Khofifah kemudian menjawab pertanyaannya sendiri dengan menyitir salah satu hadits qudsi, yang berbunyi : Ana ‘inda dzonni ‘abdi bii  (Aku sesuai dengan persangkaan  hamba pada-Ku).

“Jadi kalau ibu-ibu berpikir negatif maka Allah juga akan memberi hal yang negatif kepada kita. Sebab, Allah hanya akan menjawab sesuai dengan persangkaan hamba-Nya. Kalau kita negatif, Allah negatif. Tapi kalau kita positif Allah akan positif. Makanya sekarang harus diubah dari negatif menjadi positif. Bagitu bangun tidur, katakan : anak saya harus sehat dan cerdas! Anak saya harus sehat dan cerdas!” ujarnya memberi motivasi.

Kata-katamu adalah Doamu

Khofifah kemudian mengungkap sebuah kisah di sebuah daerah yang membuatnya miris mendengarnya. “Suatu ketika saya sedang berjalan. Ketika itu saya menjumpai seorang anak yang meminta sesuatu kepada ibunya. Saya lihat anak itu ingin membeli sesuatu, tapi sepertinya ibu anak itu tidak punya uang untuk membelinya. Hingga anaknya merengek dan menangis. Ibu itu marah pada anaknya. Saking marahnya, ibu itu kemudian berkata : Dasar anak syetan! saya miris mendengarnya. Anakya sendiri dikatakan anak syetan,” kisah Khofifah.

“Saya kemudian dekati. Lalu saya bilang : “Ibu, kalau ibu katakan anak ini anak syetan, sementara anda kan ibunya, jadi ibu ini siapa?” ujar Khofifah disambut gelak tawa hadirin.

Berkaitan dengan itu, Khofifah kemudian menegaskan agar seorang ibu harus berhati-hati mengatakan sesuatu kepada anak-anaknya. “Hati-hati ya para ibu, para orang tua. Sebab kata-kata itu akan menjadi doa. Makanya sekarang harus merubah hal negatif menjadi positif, katakan anak saya harus sehat dan cerdas. Sebab ini adalah salah satu tujuan dari program ini,” tegasnya.

Acara itu tanpa dihadiri Wali Kota Palembang, Harnojoyo. Ada beberapa Jajaran Satuan Kerja pemerintah Daerah (SKPD) Palembang yang hadir saat itu.

TEKS/FOTO/EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *