Nikmat Kopi Empat Lawang Kalahkan Kopi Brazil, Mau Coba ?

EMPAT LAWANG, KSOL –  Hasil produksi perkebunan di Empat Lawang tidak kalah dengan daerah lain, teutama biji kopi.

Benarkah? kopi asal Empat Lawang memiliki rasa nikmat yang luar biasa bagi pencintanya. Tak tanggung ternyata rasa kopi di bumi saling keruani snagi kerawati ini, mengalahkan rasa kopi terkenal asal negara Brazil.

‪Demikian disampaikan Plt Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah beberapa waktu lalu, kata Syahril dirinya sudah mencicipi kopi senikmat itu di kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), saat melakukan touring yang sekaligus melintasi perkebunan kopi warga di bukit. Rasanya sungguh nikmat, dan menggoda selera penikmat kopi. Namun, kopi yang satu ini baru di temukan di Paiker saja. “Rasanya memang nikmat, mengalahkan kopi asal Brazil,”ujar Syahril.

6Rasa kopi ini, lanjut Syahril, merupakan potensi luar biasa yang dapat di kembangkan ke luar daerah baik provinsi, nasional jika perlu manca negara. Sehingga kopi Empat Lawang terkenal dan dikenal kenikmatannya.

Makanya, Syahril berjanji akan mengupayakan kopi asal paiker ini tembus pemasaran luar. Namun hal ini butuh proses terutama mempersiapkan sumber daya manusianya (SDM), Sarana dan Dana yang cukup besar untuk promosi.

‪Caranya, kata Syahril, dengan membuka akses perkebunan  yang ada. Sehingga dalam mengangkut hasil perkebunan tidak ada kendala, kemudian menyiapkan indurtri hilir sekaligus mendatangkan investor yang mampu mengembangkan hasil perkebunan kopi ini. “Jalan perkebunana tahun dibangun, intinya kalau SDM, sarana dan dana sudah memadai insyah allah semua  berkembang pesat,” imbuhnya.

‪Sehingga ke depan tidak hanya satu pengusaha kopi saja yang berkembang seperti pak Anang Zahri di Tebing Tinggi. Namun bakal kuncul pak Anang lain memproduksi kopi nikmat Empat Lawang. “Kekayaan Empat Lawang ini sungguh luar biasa, bagai mana kita terus menggali, mengelolah dan mengembangkan dengan tidak menggunakan cara lama yang tradisonal lagi,”jelasnya.

‪Mengenai Kopi nikmat yang satu ini, Syahril juga mengaku kaget, namun setelah di pikir hal ini wajar karena produksi kopi di dataran tinggi yang lebih tinggi. “Kadi kedepan kita fokus upaya pengembangan, namun tidak lagi menjual bahan mentahnya saja namun sudah menjadi kopi nikmat siap seduh,” tukasnya.

TEKS  : SAUKANI
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *