Terinspirasi Prasasti Talang Tuo, SMAN 10 Palembang Jadi Kebun Bumi

PALEMBANG, KSOL – Tak terlintas sebelumnya di benak Fir Azwar, S.Pd, MM, Kepala SMA Negeri 10 Palembang, bila Prasati Talang Tuo mendorong lahirnya ide pelestarian lingkungan. Tapi, prasasti yang ada sejak zaman  Sriwijaya itu, di mata For Azwar, telah mengilhami gagasan kebun bumi di sekolah yang ia pimpin saat ini.

Menurut Fir, kebun bumi di sekolah yang dimpimpinnya sekarang, berawal dari keinginannya mengenalkan sejumlah tanaman kepada siswa. Sebab menurut Fir, sebagian besar jenis tanaman yang ada sudah sangat jarang ditemui di Palembang.

Selain itu, gagasan ini terinspirasi dari bunyi prasasti Talang Tuo. Saat itu menurut Fir, Raja Sriwijaya memerintahkan rakyatnya untuk rajin menanam. “Terpikir dari sana kemudian kita menggagas perlunya ada gerakan ini,” tegasnya.

Tak tanggung-tanggung, Wali Kota Palembang, Harnojoyo secara resmi melounching dan mengukuhkan SMA Negeri 10 Palembang, sebagai kebun bumi pertama di Palembang Sabtu (14/5/2016).

Kepsek SMA Negeri 10 Palembang- Fir Azawar

Kepsek SMA Negeri 10 Palembang- Fir Azwar

Wali KOta Palembang, Harnojoyo saat dalam acara pengukuhan kebun bumi bagi SMN 10 Palembang

Wali Kota Palembang, Harnojoyo (baju putih) memberi salam keada [ara tamu pada acara pengukuhan kebun bumi bagi SMN 10 Palembang

Dalam sambutannya, Harnojoyo mengatakan program ini sangat relevan dengan visi dan misi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang terus mendukung upaya-upaya yang bertujuan melestarikan lingkungan dan alam. “Apalagi di sekolah ini terdapat lebih dari 500 spesies tanaman langka yang sudah mulai jarang di temui,” ujarnya.

Lebih lanjut harnojoyo mengatakan, dengan adanya pelestarian tanaman-tanaman yang mulai langka ini diharapkan anak-anak didik dapat lebih mengetahui tentang jenis tanaman dan dapat mempelajarinya secara langsung. “Ini sangat bagus untuk menambah wawasan siswa dan peserta didik agar lebih dekat dengan alam,” terangnya.

6Pada kesempatan yang sama, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, inisiatif menjadi sekolah pertama yang mendeklarasikan sebagai kebun bumi merupakan hal positif.

Menurut Zulinto, ide ini menyimpan dua hal penting, yaitu unsur pelestarian dan pendidikan. Karenanya, Disdikpora Kota Palembang sangat mendukung program yang dicanangkan sekolah ini.

Kini Taman SMA Negeri 10 Palembang menjadi tempat hidupnya lebih dari 540 spesies tanaman. Kebanyakan dari spesies yang ditanam sudah mulai langka di Palembang. “Semoga dengan adanya berbagai jenis tanaman ini, siswa di sekolah ini memetik pengetahuannya yang bermanfaat,” harap Fir Azwar, di sela-sela acara yang dirangkai dengan grand final Bujang Gadis SMANPOEL dan Deklarasi siswa melawan narkoba.

TEKS / FOTO : SONNY KUSHARDIAN
EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *