Rambang Mengajar, 3 Jam Kenalkan Indonesia Pada Siswa

MUARAENIM, KSOL – Pagi itu, Kamis 12 Mei 2016, suasana di SD Negeri 8 Rambang Kabupaten Muaraenim Sumatera Selatan tak seperti biasa. Sebab, belajar yang selama ini 80 % dilakukan di kelas, kali itu kegiatan belajar lebih banyak diluar kelas. Sepintas pada siswa didik itu  bermain-main.

Tapi metode inilah yang kali itu diterapkan oleh sejumlah pegiat Rambang Mengajar yang merupakan tindak lanjut dari Indonesia Mengajar gagasan Anies Baswedan, sebeklum menjadi Mendiknas RI.

f e DSCN5194 cPara pegiat Rambang mengajar, metode itu disebut dengan Program Kerja dengan Bentuk Belajar dan Bermain (KBB). “Diharapkan dengan program ini siswa lebih cepat mengerti atau menangkap pelajaran yang diberikan. Ini dilakukan agar siswa didik punya nuansa berbeda. Sebab proses belajar mengajar yang selalu dilakukan di kelas dengan media seadanya juga akan menjenuhkan,” ujar Ahmad Toripi, S.Pd, Koordinator program KKB.

KBB yang dilaksanakan mengusung tema “Nusantara dan MIPA”. Tema ini lebih pada pengenalan sejumlah pulau di Indonesia dan sains. Tema ini sengaja dipilih, menurut Toripi, tanpa disadari saat ini nilai-nilai nasionalisme, kesadaran berkebangsaan dan patriotisme di sebagian masyarakat Indonesia mulai hilang.  “Melalui KBB ini diharapkan siswa lebih cepat mengerti dan menangkap pelajaran yang diberikan,” tegasnya.

Dengan melibatkan para pegiat Indonesia Mengajar di Rambang, siswa didik yang terdiri dari kelas III, IV, dan V SDN 8 Rambang diajak belajar di luar kelas untuk mengenal nusantara. Metodenya bermain dengan sejumlah media pembelajaran yang cukup.

Belajar dengan bermain disebut Toripi sebagai salah satu metode pendidikan yang efektif bagi para pendidik, terutama pada anak-anak sekolah dasar. Sebab, selain memberikan materi pelajaran kepada siswa didik juga memudahkan siswa didik memahami pelajaran.

Dengen metode ini, siswa didik terutama tingkat Sekolah Dasar (SD) tidak harusnya diberikan pendidikan formal dalam kelas, tapi sesekali kegiatan belajar mengajar dilakukan di luar kelas.

Tujuannya menurut Toripi, sebagai salah satu penunjang, agar para siswa didik lebih antusias untuk mengikutinya sekaligus substansi pelajaran juga akan sampai. “Cara ini sekaligus memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi pada siswa didik,” ujarnya.

Dalam program KBB hal yang harus diperhatikan, bukan hanya kelengkapan alat bermain, tapi juga alat bermain harus berhubungan (ada kolerasinya) dengan materi pelajaran. “Sebab tanpa itu, dikhawatirkan  siswa didik hanya akan mendapat permainan saja, sementara materi pelajaran tidak diperoleh,” ujarnya.

Pada program KKB ini, para siswa didik kemudian diajak berkeliling Indonesia oleh para pegiat Rambang Mengajar selama 3 jam. Mereka harus mendatangi pos-pos  yang telah dibuat oleh panitia.  Setiap pos-pos dibagi atas lima pulau besar di Indonesia.

Diantaranya, Pos Pulau Sumatera, panitianya Putra, salah satu guru yang pernah menerima penghargaan Pelita Nusantara dari Budiono, Wakil Presiden RI tahun 2014. Kemudian dibantu Agsenfa Endarta, S.Pd dan Doni Arifin, S.H.

Pos Pulau Jawa (Jaqfar Sodiq, S.Hum-Indonesia Mengajar), Cika dan Supri. Pos Pulau Kalimantan, (Sesi-Indonesia Mengajar), Japsa Aldiono, SH dan Sela. Pos Pulau Sulawesi (Rahmad Hidayah, S.Hum), Ismunandar, S.Pd, Darlinus, S.Kep dan tenaga pendidikan SD N 8 Rambang (Yefri Eliyanti, S.Pd, Ranti Noviani, Susi Ratna Sari, Sulistriani, dan Rahayu). Kemudian Pos Pulau Papua (Andri Antomi, S.Sos dan Hengky Prezen Go, S.Pd).

beritapaytren-STOP JD KARYAWAN
Di setiap pos menampilkan semua yang terdapat dalam pulau tersebut. Mulai dari suku, ras, jumlah penduduk, adat istiadat, keadaan geografisnya, mata pencarian dan lain sebagainya.

Materi lain juga membantu pos-pos tersebut. Misalnya pada pos Jawa, menjelaskan proses gunung meletus, pos Sumatera menjelaskan proses penyaringan air kotor menjadi air jernih, pos Sulawesi menjelaskan tentang pencemaran lingkungan, pos Kalimantan menjelaskan materi MTK tentang bangun ruang, dan pos Papua menjelaskan tentang rangkaian listrik. “Semua materi yang diberikan didukung oleh media yang cukup,” tegas Toripi.

Telihat, pada program KBB ini siswa-siswi SDN 8 Rambang sangat antusias mengikutinya. Apalagi program ini ini belum pernah dilakukan di sekolah. “Mereka tidak hanya diajak berpikir, namun langsung melihat apa yang dikatakan oleh para pegiat Rambang Mengajar,” tambah Toripi.

Respon positif juga disampaikan oleh berbagai pihak. Diantaranya Agus Salim Kurnia, S.Pd, guru berprestasi di Muara Enim Tahun 2016. Ia kini PNS di SDN 8 Rambang. Dirinya menymabut positif terhadap program KKB yang digagas oleh Rambang Mengajar.

Sambutan lainnya juga disampaikan Lutpiah, S.Pd, Kepala SDN 8 Rambang dan UPTD Pendidikan Kecamatan Rambang Edi Marson, S.Pd dan Kepolisian Sektor Rambang. Intinya, mereka berharap agar kegiatan ini menjadi kegiatan rutin Rambang Mengajar. “Mereka sangat mendukung kegiatan ini karena sangat berdampak positif bagi anak Sekolah Dasar,” tambah Toripi.

TEKS / EDITOR : IMRON SUPRIYADI
FOTO : J. ALDINO DAN R. HIDAYAH 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *