Duh, Event International Tapi Peserta Triboatton Terpaksa “Pipis” Dibawah Pohon ?

EMPAT LAWANG, KSOL –  Keseriusan Pemkab Empat Lawang sebagai tuan rumah etape pertama, even sport tourism International Musi Triboatton (IMT) 2016 dipertanyakan. Meski sudah tahun ke lima dilaksanakan, fasilitas penunjang seperti dermaga, ruang ganti dan kamar kecil (WC) di lokasi start dan finis tak disiapkan.

Akibatnya, tak sedikit peserta, oficial baik dari dalam negeri maupun luar negeri, terpaksa buang air kecil ataupun ganti pakaian dibawah pohon. “Banyak atlet pipis (maaf, red) dibawah pohon, panitianya ga’ nyiapin WC sih,” cetus Arwan (35), warga dilokasi finis IMT, kemarin (11/5/2016).

Diketahui, pelaksanaan etape pertama dengan cabang lomba Rafting yang mengambil jalur sungai musi Tanjung Raya – Tebing Tinggi, dengan jarak sekitar 35 Kilometer (Km) terlaksana dengan baik. Namun ya itu tadi, selain peserta para penonton pun mengeluhkan tak adanya fasilitas penunjang tadi.

StarNetwork.id Sementara itu, kondisi dermaga untuk melepas para atlet yang berlaga di ajang Internasional ini, belum juga dibuat permanen. Dermaga start dibuat darurat, padahal ajang Triboatton sudah menjadi agenda tahunan provinsi bahkan kementerian.

“Tadi, ada atlet dayung nanya, kemana kalau mau pipis. Saya tunjuk saja ke bawah pohon sana. Dia tampak kebingungan, karena tak ada WC,” imbuh warga lainnya di lokasi acara.

Menanggapi ini, Joni Riko selaku anggota Komisi III DPRD Empat Lawang mengaku miris, ia tak menampik karena sedikitnya anggaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Empat Lawang. Karenanya hingga saat ini pembangunan fasilitas pendukung di lokasi start dan finish Triboatton belum dianggarkan.

Namun, kata Riko, DPRD bukan tidak ingin menganggarkan pembangunan fasilitas semacam itu. Semua itu, karena kurangnya komunikasi antar dewan dan pihak legisllatif dalam hal ini Disbudpar Empat Lawang.

“Kita bisa saja anggarkan pembangunan seperti dermaga dan wc umum, namun selama ini, komunikasi antara Komisi III dengan Disbudpar kurang begitu baik. Makanya kita tidak tau maunya Disbudpar apa,” sesal Riko mengaku, malu jika tamu asing terpaksa pipis dibawah pohon.

Untuk diketahui, sebanyak 17 tim dayung, mengarungi sungai musi dalam kegiatan sport tourism International Musi Triboatton 2016 yang berlangsung dari tanggal 11 Mei 2016 hingga 15 Mei 2016, di provinsi Sumsel.

Ajang ini untuk mendukung program Pesona Indonesia (Wonderful Indonesia) dalam mencapai target 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara pada 2016.

Lomba yang telah digelar untuk yang kelima kalinya ini diikuti peserta dari berbagai negara dan daerah. Tercatat ada 16 tim dayung yang dipastikan ikut ambil bagian di lomba dayung terbuka ini, antara lain Tiongkok, Macau, Filipina, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Jawa Timur, Jambi, Yonif 133 Padang, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan 1, Sumatera Selatan 2, Jawa Barat, Bangka Belitung, dan DKI Jakarta.

TEKS : SAUKANI
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *