Gara-gara Suara Knalpot, Honorer Kebersihan di Tanjung Enim Tewas

TANJUNG ENIM, KSOL – Tragis nasib  Sebrianto‎ bin Wagio ‎(27),‎ warga Desa Tegal Rejo RT 11 Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim ini. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga ‎honorer di UPTD Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Enim ini harus merenggang nyawa.

Hal ini terjadi setelah berduel dengan Dedet ‎bin Suanto (21), warga Desa Tanjung Raja, Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim di kandang ayam milik Robani, tepatnya di belakang kantor UPTD Pasar Baru Tanjung Enim, Sabtu (7/5/16) sekitar pukul 15.15 WIB.

6Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Minggu (8/5/2016), peristiwa yang  membuat heboh warga Desa Tegal Rejo dan kawasan Pasar Baru Bantingan tersebut, bermula sekitar dua bulan lalu, pelaku Dedet menghidupkan motor RX Kingnya dengan suara kencang meraung-raung. Suara itu keluar dari knalpot motornya tepat di depan rumahnya.

Tersangka saat di kantor Polisi

Tersangka Dedet bin Suanto, usai ditangkap dan dibawa ke kantor Polisi

IMG_20160509_123329

Barang Bukti (BB) yang disita Polisi, sebuah oisau yang diduga sebagai alat untuk menghabisi korban.

IMG_20160509_123334

Korban saat sedang berada di Rumah Sakit.

Nah, karena menimbulkan suara bising, korban Sebrianto pun menegur pelaku untuk tidak memainkan gas motornya keras-keras. Lalu sekitar sebulan kemudian, ternyata pelaku kembali lagi mengulanginya dan kembali ditegur oleh korban. Namun kali ini tidak digubris dan malah bertambah berani.

Terakhir pada saat hari kejadian, pelaku malah seperti sengaja menantang korban dengan kembali memainkan gas motor di depan kandang ayam yang dekat rumah korban. Melihat hal tersebut, korban merasa pelaku telah melecehkannya. Ketika itu korban menjadi emosi dan mendatangi rumah pelaku sambil membawa golok untuk mengajak duel berkelahi.

Saat korban sedang lengah dan emosi, tiba-tiba saja pelaku yang diduga telah mengintai korban, langsung membuka pintu rumah dan menujah (menusuk) korban dengan pisau sebanyak dua kali tepat mengenai dada dan perut korban.

Melihat korban tersungkur dengan bersimbah darah, pelakupun langsung melarikan diri. Warga yang melihat langsung berupaya membawa korban ke Rumah Sakit Bukit Asam Medika. Namun sayangnya dalam perjalanan nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.

Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto, SIK, M.Si melalui Kapolsek Lawang Kidul AKP Herli Setiawan SH didampingi Kasubbag Humas Iptu Arsyad AR membenarkan adanya kejadian penusukan tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara kata Herli, motif pembunuhan tersebut gara-gara korban tersinggung dengan ulah pelaku yang sering memainkan knalpot motornya dengan suara keras.

“Ya, ‎antara korban dan pelapor merupakan tetangga dan pelaku bekerja sebagai tukang potong ayam di Pasar Baru Bantingan Tanjung Enim,” jelas Herli.

Penangkapan terhadap pelaku, dikuatkan dengan adanya bukti lapor LP-B/ 27 /V/2016,Tgl 07 Mei 2016‎, dengan pelapor atas nama Riandi bin Herwanto (25),‎warga RT 11 Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim.

Saksi – saksi yang telah di periksa untuk di ambil keterangan diantaranya adalah Riandi (21), warga Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul, Deri Ramadhan bin Samsul Bahri (30),warga RT11 Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul, Sugeng bin Sucipto (40), warga RT 11 Desa Tegal Rejo, Aan Saputra Bin Abdul Ayib (17) serta Aji Bin Abdul Ayib (18), keduanya warga Dusun I Desa Pagar Jati Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim,dan Robani (45), RT 05 Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul.

Dikatakan Herli, Pelaku usai menusuk korban langsung melarikan di ke kampung halamannya di Desa Pagar Jati, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim. “Katanya korban disebut banci oleh pelaku. Maka dari itu korban marah. Keduanya sama-sama masih berstatus bujangan. Pelaku baru saja ditangkap tadi (Minggu),” ujar Herli.

 

Pelaku Berhasil Diringkus

Setelah menerima laporan, anggota gabungan Res dan Intel Polsek Lawang Kidul langsung melakukan  pengejaran dan pengerebekan terhadap pelaku dirumah orang tuanya di Desa Pagar Jati Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim.

Tetapi tidak ditemukan pelaku di rumah orang tuanya. Anggota gabungan Res dan Intel menghimbau dan menjelaskan kepada orang tua agar pelaku menyerahkan diri. Namun aparat kepolisian Lawang Kidul tetap melakukan penyelidikan di seputaran wilayah kecamatan Benakat.

Keesokan harinya Minggu (08/5/16) pukul 06.00 WIB, anggota gabungan Res dan Intel dihubungi pihak keluarga, yang menyebutkan pelaku ada di rumah Sangkut di Desa Betung Kecamatan Benakat. Anggota gabungan Res dan intel Polsek Lawang Kidul menuju ke rumah Sangkut dan dilakukan penggerebekan serta penangkapan terhadap pelaku.‎

Atas kejadian tersebut, lanjut Herli, pelaku melanggar pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat (Anirat,red). Saat ini pelaku beserta barang bukti (BB) yaitu 1 (satu) bilah pisau ukuran lebih kurang 15 cm berdagang kayu motif kepala burung. Selain itu  1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha King warna abu-abu hitam tanpa plat nomor.

BB lainnya 1 (satu) buah kaos oblong warna biru bertuliskan dan bergambar “Pekan Baru Jembatan Siak 1” yang ada bercak darah, 1(satu) buah kaos dalam warna putih yang ada bercak darah, dan 1 (satu) pasang sandal jepit warna putih tali biru, telah diamankan untuk proses lebih lanjut.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *