Hukuman Kebiri Bagi Pelaku Kejahatan Seksual Segera Disahkan

PURWAKARTA, KSOL —  Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, meminta pemerintah segera mengesahkan hukuman kebiri terhadap pelaku kejahatan seksual. Hukuman tersebut harus segera diberlakukan agar peristiwa pemerkosaan sekaligus pembunuhan seperti yang dialami Yuyun, seorang siswi SMP berusia 14 tahun oleh 14 pemuda di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu tak terulang kembali.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (4/5), Dedi mengaku prihatin atas peristiwa yang dialami Yuyun. Untuk itu, Dedi meminta pemerintah segera mengesahkan hukuman kebiri yang diharapkan dapat menimbulkan efek jera terhadap pelaku kejahatan seksual.

“Ini harus ada efek jera. Makanya saya dari dulu setuju hukuman kebiri itu. Saya berharap pemerintah segera sahkan perihal hukuman kebiri,” kata Dedi yang baru-baru ini terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat ini.

Dedi mengatakan, hukuman penjara tidak cukup untuk menghukum para pelaku kejahatan seksual. Hal ini lantaran para pelaku cenderung memiliki penyimpangan seksual. Dengan demikian, tak menutup kemungkinan para pelaku akan mengulangi perbuatannya setelah keluar dari penjara.

“Selain minuman keras yang mempengaruhi pikiran mereka, kemungkinan besar diantara mereka ada yang punya perilaku seks menyimpang. Itu bisa jadi setelah keluar penjara melakukan hal yang sama,” katanya.

Selain hukuman kebiri, berkaca pada kasus Yuyun, Dedi juga mendorong pemerintah agar lebih tegas terhadap peredaran minuman keras. Menurutnya, minuman keras seringkali menjadi pemicu terjadinya tindak kejahatan termasuk kejahatan seksual.

“Yang jadi pertanyaan saya kenapa sih selama ini yang selalu diomongin hanya bahaya rokok, dibanding bahaya miras. Padahal itu jelas dua-duanya negatif, apalagi miras. Saya minta pemerintah lebih tegas soal miras,” tuka Dedi.

Diberitakan, Yuyun, pelajar kelas satu SMP di Rejang Lebong, diperkosa oleh 14 pemuda pada Sabtu (2/2). Dari 12 pelaku yang berhasil ditangkap, sebanyak tujuh di antaranya anak di bawah umur. Sementara dua pelaku masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Peristiwa itu terjadi sesaat setelah Yuyun melintas di depan para pelaku yang mabuk akibat minum tuak.

Para pelaku yang masih di bawah umur tersebut kemudian dijerat dengan UU Perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

TEKS : BERITASATU.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *