Kelakuan Bejat Remaja Akibat Minuman Keras dan Narkoba

IMG_7828

Heri Amalindo Mengalungkan Gordon Kepada salah satu siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi dalam acara pelepasan siswa kelas XII

PALI, KSOL – Aksi pembunuhan mahasiswa terhadap dosennya di Medan telah mencoreng lembaga pendidikan. Selain itu kejahatan sadis juga terjadi di tanah air. Baik pemerkosaan dan pembunuhan anak usia 14 tahun di Bengkulu, pembunuhan mahasiswi dalam WC di Yogya beberapa waktu, juga mencuri perhatian berbagai pihak.

BERITA TERKAIT : Bupati Purwakarta Minta Hukuman Kebiri Segera Disahkan

Menanggapi hal itu, Heri Amalindo, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) turut prihatin atas deretan kasus tersebut. Mantan Kepala Dinas PUBM Sumsel itu menilai, perbuatan itu sangat biadab.

StarNetwork.id“Perbuatan ini sangat biadab. Anak gadis yang baru usia 14 tahun diperkosa beramai-ramai dan dibunuh. Ini sangat biadab kelakuannya melebihi kelakuan hewan,” ujar Heri Amalindo di hadapan siswa dan wali murid SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, PALI saat menghadiri pelepasan siswa kelas XII di Talang Ubi, Rabu (3/5/2016).

“Coba bapak dan ibu bayangkan, anak-anak kita yang baru remaja diperlakukan seperti itu. Siapa saja pasti marah. Andai terjadi pada keluarga kita,” terang Heri.

Heri menegaskan, bila  kejadian seperti tiga peristiwa itu terjadi di Kabupaten PALI, dirinya meminta kepada pihak penegak hukum agar menghukum mati.

Menurut Heri, kelakuan bejat itu terjadi akibat pengaruh minuman keras dan narkoba. Pelaku yang sudah dipengaruhi miras dan narkoba akan kehilangan akal sehat sehingga perbuatannya melebihi kekejaman binatang.

Terkait dengan sejumlah ksus itu, Heri mengajak para orang tua untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap anak-anak agar. Tujunnya agar tidak terpengaruh pergaulan narkoba dan miras.

“Mari kita jaga anak-anak kita, jangan sampai bergaul tidak benar. Kita sebagai orang tualah yang harus mengontrol. Pemberantasan narkoba tidak cukup mengandalkan polisi dan TNI semata. Kita semua harus bersama-sama bergerak, jangan sampai anggota keluaga kita yang jadi korban,” ujar Heri.

TEKS  / FOTO : T PAMUNGKAS
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *