Tugas Pokok Polri Ke Depan Mewujudkan Nawacita

MUARAENIM, KSOL – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mengangkat tiga problem pokok yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini,  yakni ancaman terhadap wibawa negara, kelemahan sendi perekonomian bangsa, serta intoleransi dan krisis kepribadian bangsa.

Atas problema tersebut, telah ditetapkan visi dalam lima tahun ke depan sebagai penjabaran dari ideologi Pancasila dan Trisakti yaitu demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan kepribadian berlandaskan gotong royong. Dengan perkembangan situasi saat ini, tugas Polri ke depannya dalam mewujudkan visi dan misi serta sembilan agenda prioritas Nawacita akan semakin berat.

Hal itu disampaikan Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto S.IK, M.Si ketika bertindak sebagai inspektur upacara (irup) Serah Terima Jabatan (sertijab) 11 perwira di lingkungan Polres Muara Enim, belum lama ini(29/4/2016) di halaman depan Mapolres.

Dikatakannya, untuk jajaran Polda Sumatera Selatan khsusunya Polres Muara Enim segera melakukan analisis pelayanan publik serta gangguan kamtibmas pada daerah masing-masing dengan melakukan revolusi mental SDM Polri yang memiliki jiwa pelayan dan menganatomikan beberapa kasus menonjol yang senantiasa menghantui dan meresahkan warga masyarakat di wilayah Polres Muara Enim yang didominasi oleh kejahatan konvensional.

Kejahatan itu, seperti curat, curanmor, curas (gerandong) dan anirat yang angkanya cukup tinggi. Hal ini terjadi  akibat menurunnya pendapatan warga, dan juga dampak kemarau panjang, bencana asap, disusul dengan banjir di beberapa tempat. Termausk merosotnya nilai jual hasil produksi perkebunan.

Begitu pun untuk gangguan Kamtibmas, menurut Nuryanto, dalam penanganannya harus dilakukan secara komprehensif dan terkoordinasi dengan seluruh satuan wilayah jajaran Polres Muara Enim, sehingga dapat mengurangi gerak para pelaku kejahatan dalam setiap melakukan aksinya.

“Ada beberapa kasus kejahatan lainya yang berpotensi dapat menjadi penghambat agenda prioritas (Nawacita) kabinet kerja, antara lain illegal logging, mining, tapping, narkoba dan pembakaran hutan atu kebun yang terjadi setiap tahun,” kata Nuryanto di hadapan anggotanya.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *