Merasa Tak Dihargai, Seorang Bapak Tega Bunuh Istri dan Anaknya

MUARAENIM, KSOL – Sejahat-jahatnya harimau tak akan memakan anaknya sendiri. Namun ‎pepatah tersebut sepertinya tak berlaku bagi Armadanial (44), Warga Desa Swarna Dwipa, Kecamatan Semendo Darat Tengah (SDT), Kabupaten Muara Enim,‎ Sumatera Selatan.

IMG_20160428_201654

Kia (1) yang tewas akibat ditikam ayahnya sendiri akibat pertengkaran ayah dan ibunya

IMG_20160429_172031

Tersangka (pakai kaos motif garis) saat diperiksa di Polsek Semende

IMG_20160429_172141

Petugas Polisi sedang memgang barang bukti berupa pisau dapur yang diduga untuk menghabisi korban

IMG_20160428_201705 (1)

Isteri korban yang tewas akibat ditikam oleh suaminya

Bagaimana tidak, sebagai orang tua, Armadanial bukannya melindungi dan menjaga buah hatinya dari gangguan marabahaya, justru malah membuatnya  celaka. Ironisnya anaknya harus merenggang nyawa di tangan ayah kandungnya.

Menurut pengakuannya, hal ini terjadi karena merasa harga dirinya sebagai kepala keluarga sudah tak dianggap. Lantas dia nekat membunuh istri dan melukai kedua anaknya dengan sebilah pisau dapur di sebuah gubuk di dataran kebun kopi milik korban, tepatnya di kawsan perkebunan pematang pauh.

6Akibat kejadian tersebut, istrinya bernama Susiani binti Buyung (27) menderita luka tusuk di dada, leher bagian belakang dan luka gorok di leher. Sementara anak bungsunya, Makiatun Napi’ah alias Kia (1) menderita luka tusuk di dada dan luka gorok di leher serta anak sulungnya Parhan (6), menderita luka robek di perut hingga usus keluar dan leher juga digorok.

Lalu bagaimana sampai terjadinya pembunuhan sadis yang menggemparkan tanah “Semende” tersebut? ‎Hasil  penelusuran Reporter RGBA FM di lapangan, Kamis (28/4/16). Peristiwa pembunuhan keji  ‎tersebut terjadi, Selasa (26/4/16) sekitar pukul 23.00 WIB di kebun milik korban. Namun baru diketahui warga keesokan harinya, Rabu (27/4/16) sekitar pukul 11.00 WIB.

Ketika itu, tetangga di kebunnya bernama Rajab (16), hendak mendatangi pondok yang di huni Armadanial bersama keluarga. Tujuannya ingin meminta minyak lampu.‎ Namun betapa terkejutnya, Ketika melihat istri dan dua anak tetangganya itu telah bersimbah darah.

Seketika saja, Rajab berlari dan mengurungkan niatnya untuk kemudian memberitahu ke ayahnya Rosulun (40), yang merupakan sepupu dari istri pelaku. Lalu beberapa jam kemudian, polisi bersama tim medis mendatangi pondoknya dan menangkap pelaku Armadanial yang masih berdiam di dalam pondoknya.

‎Berdasarkan pengakuan tersangka di depan penyidik Polres Muara Enim, kejadian berawal ketika anak bungsu korban bernama Kia menangis.  Kemudian pelaku meminta istrinya untuk mendiamkan anaknya.

Entah apa pemicunya, lalu terjadi pertengkaran antara tersangka dan korban. Bahkan dalam pertengaran itu, sampai-sampai, korban mengusir pelaku dari pondok sambil mengatakan, jika kebun yang mereka tempati adalah warisan keluarganya.

Puncaknya, istrinya tiba-tiba melemparkan anaknya (Kia) ke arah pelaku sehingga terjatuh dan malah membuat tangisan anaknya semakin kuat.‎

Melihat kelakuan istrinya semakin keterlaluan, tersangka seperti gela mata. Tersangka menganggap korban tidak lagi menyayangi anaknya. Kali itu tersangka merasa tidak dihargai sebagai kepala keluarga.

Secara spontan pelaku berjalan ke dapur lalu mengambil pisau yang tergeletak di belakang. Tanpa berpikir panjang, pelaku langsung menghujamkan pisaunya ke dada anak bungsunya Kia.

Setelah itu ia pun langsung menusuk dada istrinya dan menyabetkan pisau ke arah leher istrinya sebanyak satu kali. Lalu tiba-tiba anak sulungnya Parhan mendekatinya dengan bermaksud melerai. Tapi tersangka reflek menyabetkan pisau ke arah samping sehingga mengenai perut anaknya hingga ususnya terburai.

“Aku tuh nyabetkan pisau ke Parhan spontan dan lampu dinding (minyak lampu) langsung mati sehingga gelap tidak tahu kena dimana. Setelah itu aku sudah tidak ingat lagi dan benar-benar khilaf pak,” ujar Armadianal ketika di wawancarai RGBA FM‎ dengan nada menyesal sembari menahan tangis.

Setelah melukai istri dan kedua anaknya, lanjut Armadanial, istri dan anaknya Kia langsung meninggal dunia. Tinggal Parhan, yang masih hidup hingga sampai keesokan harinya.

Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto S.IK, M.Si melalui Kabag Ops Kompol Andi Kumara di dampingi Kapolsek Semende AKP Herry kepada Reporter RGBA FM, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya saat ini pelaku bersama barang bukti (bb) berupa pakaian ketiga korban dan satu bilah pisau dapur sudah diamankan di Satreskrim Polres Muara Enim, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari amukan pihak keluarga almarhum.

“Tersangka Armadanial di bawa dari polsek Semendo menuju Mapolres Muara Enim, Kamis (28/4/16) dan sekitar‎ pukul 11.30 WIB. Tersangka sendiri ketika dibawa anggota terlihat masih shock dan menyesali perbuatannya. Namun demikian daya ingatnya tidak terganggu saat di interogasi oleh petugas Satreskrim,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan sementara tambah Kapolsek, berdasarkan pengakuan pelaku, ia kesal dengan istrinya yang memarahi anaknya. Pelaku merasa dilecehkan dan tidak dihargai sebagai suami karena telah diusir sembari mengatakan, tanah yang ditinggali ini merupakan warisan orang tuanya. Makanya pelaku naik pitam tanpa sadar nekat membunuh istri dan kedua anaknya.‎ Dalam kasus ini lanjut Andi Kumara tersangka dijerat pasal berlapis. Tersangka dijerat Undang-undang perlindungan anak dan pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Bupati Muara Enim Prihatin

Sementara itu, Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar ketika dimintai komentarnya terkait kejadian pembunuhan paling kejam dan sadis tersebut mengaku cukup prihatin dan menyayangkan sampai bisa terjadi.

“Sangat prihatin. Ketiga korban merupakan ibu dan kedua anaknya harus meninggal dengan cara seperti itu. ‎Kita belum tau motif sebenarnya. Kita doakan saja, dan saya berharap keluarga yang ditinggalkan dapat bersabar dan ikhlas menerima cobaan ini dan kepada almarhum diterima di sisi Allah SWT,” ucapnya.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *