Kopi Hitam Management Provokasi Jurnalis Kampus

PALEMBANG, KSOL –  Setelah membuka Sekolah Jurnalistik (SJ) dan Publikc Speaking (PS), bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Pers Sriwijaya (LP2S Palembang), kini Kopi Hitam Management (KHM) Palembang memprovokasi mahasiswa dalam bidang jurnalistik. Acara ini diikuti para aktifis Pers Mahasiswa yang merupakan perwakilan dari LPM se- Sumatera Selatan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Sumatera Selatan (FKPMS).

Pada program ini, KHM menjalin kerjasama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Limas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) dalam kemasan Seminar Jurnalistik  yang mengusung tema : Mengenal Tujuan Mulia, Sejarah dan Mimpi Pers Mahasiswa.

Abdurrahman Arif, Ketua FKPMS mengatakan, acara ini sebagai salah satu upaya LPM di Sumatera Selatan untuk menguatkan kesadaran aktifis pers mahasiswa, dalam memerankan diri dan lembaganya ikut mendorong proses pencerdasan anak bangsa.

Suasana Seminar Jurnalistik LPM Limas Unsri

Suasana Seminar Jurnalistik LPM Limas FISIP Unsri. (Foto : LPM Limas FISIP Unsri)

“Pers mahasiswa bukan sekadar mengelola media dalam kampus, tetapi juga punya andil untuk ikut menyalurkan daya kritisnya terhadap kebijakan publik, melalui media yang kita kelola. Oleh sebab itu, hari ini kita coba menggali dan menguatkan diri, baik secara kelembagaan atau personal, sehingga aktifis pers mahasiswa bisa berperan aktif dalam proses pembanguna di masa medatang,” ujar Arif, satu hari sebelum acara di gelar di Kantor KHM Palembang, Jalan Jenderal Sudirman (Simp Sekip Pangkal) Palembang, Sabtu (19/3/2016).

Pada acara ini mengahdirkan dua narasumber,  Imron Supriyadi, Pemimpin Redaksi KabarSumatera.com dan Darwin Syarkowi, Ketua Alinasi Jurnalis Independen (AJI) Palembang.

Dalam paparannya, Imron yang juga pelaku sastra di Palembang mengatakan, tugas aktifis pers mahasiswa tidak ringan. Sebab menurut Imron, Jurnalis adalah pembawa misi kenabian. “Maksudnya kita memang bukan nabi, tetapi mahasiswa adalah agen perubahan, demikian juga aktifis pers mahasiswa harus mampu melakukan perubahan dari cara kita menulis. Tapi pesan saya, menulislah dengan hati. Dengan kata lain, sebelum kita menjadi cahaya kepada orang lain, maka harus lebih dulu jadi cahaya bagi diri sendiri,” tegasnya.

Terkait dengan hal itu, menurut ayah dari 1 putri dan 2 putra ini menguatkan ketrampilan menulis adalah kewajiban bagi semua aktifis pers mahasiswa. “Jangan mengaku aktifis pers mahasiswa kalau tidak pernah menulis. Sebab ukuran seorang novelis, cerpenis dan jurnalis itu terukur dari teks yang sudah dipublikasi. Tanpa itu, sama saja kita hanya mengaku-ngaku jurnalis,” tegasnya.

Sementara itu, Darwin Syarkowi yang menyampaikan tema “Managemen Pers Mahasiswa”, menyatakan, jauh sebelum memenej (mengelola) media kampus harus lebih dulu mengelola diir sendiri. Sebab, aktifis pers mahasiswa adalah sosok yang harus empatik terhadap apapun yang terjadi di sekitar kita. “Kalau jurnalis tidak punya empatik, maka status jurnalisnya perlu dipertanyakan lagi,” ujar Darwin yang juga Direktur Operasional KHM Palembang.

Dalam makalahnya, Mantan General Manager Radio Smart FM Palembang ini juga membahas tentang teknis tata kelola Pers Mahasiswa. Menurutnya, di era digital, pers harus diartikan secara luas.

Pers menurut Darwin, mencakup semua media komunikasi massa, seperti radio, televisi, dan film yang berfungsi memancarkan, menyebarkan informasi, berita, gagasan, pikiran, atau perasaan seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain. “Maka dikenal adanya istilah jurnalistik radio, jurnalistik televisi, jurnalistik pers. Dalam arti sempit, pers hanya digolongkan produk-produk penerbitan cetak, seperti surat kabar atau koran, majalah, buletin, leaflet, dan sebagainya,” ujarnya.

Pentingnya media massa dalam penciptaan opini publik inilah, secara intelektual dan teknis aktifis pers mahasiswa harus memiliki skill khusus, bagaimana menulis yang baik, mengelola pers mahasiswa dengan profesional, meskipun masih berada di lingkungan kampus. “Meski LPM ada di kampus, tetapi tugasnya bukan hanya di kampus, melainkan kembali kepada tugas mahasiswa, yaitu ikut mendorong proses perubahan bangsa ini menjadi lebih baik, mulia hari ini dan di masa mendatang,” ujarnya kepada KabarSumatera.com, sebelum menyampaikan materi.

Tentang kerjasama LPM Limas FISIP Unsri dan KHM Palembang sifatnya kemitraan. Namun demikian, KHM yang kini membuka kelas Jurnalistik dan Publik Speaking  (kerjasama dengan LP2S Palembang), tetap ikut bertanggungjawab terhadap upaya penguatan intelektual dan integritas  jurnalis. “Saya dan kawan-kawan di Kopi Hitam siap membantu training dan menjadi konsultan media bagi setiap kampus maupun lembaga lain. Ini adalah tangungjawab kami, yang punya latar belakang jurnalis,” tegasnya.

TEKS / EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com