Perilaku seks menyimpang mengancam anak-anak

JAKARTA, KSOL – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan terjadi pelecehan seksual terhadap anak yang diduga dilakukan oleh artis inisial SJ. Kasus itu menunjukkan anak-anak berpotensi menjadi korban prilaku seks menyimpang oleh orang yang dikenal.

Kepala Divisi Sosialisasi KPAI Erlinda mengatakan,itu menambah daftar panjang jumlah kejahatan seksual yang terjadi pada anak Indonesia. Kasus itu membuktikan perilaku seks yang menyimpang mengancam anak-anak. “Perilaku (seks) menyimpang sangat mengkhawatirkan bagi anak-anak,” kata Erlinda dalam keterangannya, Jumat (19/2/2016).

Erlinda mengapresiasi kinerja polisi mengungkap kasus pencabulan yang melibatkan publik figur itu. KPAI dan kepolisian, kata Erlinda, bakal mengoptimalkan program pencegahan. KPAI minta kasus tersebut jadi pelajaran buat orang tua agar memberikan perlindungan pada anak. Orang tua dihimbau memberi pengetahuan tentang seks sesuai umur. “Ajarkan pengetahuan pendidikan seks yang benar sesuai usia,” ujar Erlinda.

Sebelumnya, Polsek Kelapa Gading menetapkan artis sekaligus penyanyi dangdut berinisial SJ sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap korban berinisial DS, 16.

“Saudara SJ telah diperiksa oleh tim unit reskrim polsek kelapa gading dan dengan status tersangka,” kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Ari Cahya Nugraha, Kamis 18 Februari.

Status tersangka disematkan kepada SJ setelah penyidik menemukan lebih dari dua alat bukti yang cukup. SJ, kata Ari, telah mengakui tindakan pencabulannya tersebut.

Atas tindakannya ini, SJ dijerat Undang-undang Perlindungan Anak. SJ disangka melanggar Pasal 76 huruf E ketentuan pidana Pasal 82 ayat 1 UU Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya lima sampai 15 tahun penjara. “Dendanya Rp5 miliar,” kata Ari.

TEKS / ILUSTRASI : METRONEWS.COM 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *