Banyak Alkes di RSUD Tebing Tinggi Belum di Kalibrasi

EMPAT LAWANG, KSOL — Sebagian alat kesehatan (Alkes) di RSUD Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, teryata belum dilakukan pengujian atau verifikasi ulang akurasi ukur (Kalibrasi). Padahal, seyogyanya pengujian atau kalibrasi wajib dilakukan secara berkala setidaknya setahun sekali.

Direktur RSUD Empat Lawang, dr Mardiana Sudebby melalui Kabid Pelayanan, Seragi Saur saat dikonfirmasi mengakui itu. Namun demikian, pihak RSUD memastikan semua alkses yang digunakan dalam pelayanan masih dalam kondisi baik sesuai masa waktu standar penggunaan, bahkan masih baru.

“Tahun ini sudah masuk anggarannya, karena banyak alkes kita belum di kalibrasi. Ini demi memaksimalkan pelayanan dan keamanan pasien, juga agar penggunaan alkes sesuai spesipikasi serta dapat menunjukkan diagnosa yang tepat,” jelas Seragi Saur, Kamis (11/2/2016).

Sebenarnya, kata Saur, pihaknya sudah menganggarkan pengujian dan kalibrasi alkes sejak tahun lalu, namun selalu dipangkas dalam penganggaran. Nah, untuk 2016 ini pihaknya segera menghubungi badan kalibrasi di Palembang, untuk meminta tim penguji seluruh alkes di RSUD Empat Lawang. Seperti, alat rontgen, USG, alat rekam jantung, tensi darah dan alkes lainnya.

Ia tak menampik, kendala tegangan listrik dan “byar-pet”  (tidak stabil) juga berpengaruh pada alkes, tak sedikit alkes rusak akibat tegangan listrik tidak stabil. Bahkan, jika ada tindakan medis seperti operasi, RSUD terpaksa menggunakan mesin listrik (genset) karena tidak yakin jika nanti terjadi byarpet ataupun tegangan menurun. “Alkes kita juga rusak akibat byarpet, itu juga jadi kendala sehingga pelayanan kesehatan sering dikeluhkan pasien,” ujarnya.

Disinggung adanya keluhan keluarga pasien, yang mengalami luka melepuh kulit dadanya usai melakukan perekaman jantung dengan alkes EKG. Seragi Saur tak menampik itu, namun menurutnya, alat EKG digunakan masih dalam standar waktu penggunaan. Pihaknya pun belum bisa memastikan apa penyebabnya, bisa jadi karena gangguan tegangan listrik ataupun kerusakan alkes.

Seragi Saur menyebut, luka dialami pasien tidak terlalu serius, hanya melepuh kulit saja. Langsung diberikan perawatan medis. “Alat EKG itu sudah kita simpan, masih ada dua lagi yang baru kita terima. Ini juga akan dikoordinasikan ke badan kalibrasi, kenapa bisa menimbulkan panas padahal masih dalam standar penggunaan,” jelasnya memastikan, pihak RSUD akan bertanggungjawab dengan masalah tersebut.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, salah satu pasien RSUD Tebing Tinggi, menderita luka melepuh bagian kulit dada karena terbakar alat Elektrokardiografi (EKG).

Pasien tersebut, mendatangi RSUD Tebing Tinggi, Rabu (10/2) siang. Ia ingin mengobati sakit usus turun dan akan di operasi, setelah di bawa ke ruang Sal Penyakit Dalam, jantungnya diperiksa terlebih dahulu. Namun setelah alat EKG ditempel di bagian dada pasien, diduga alat mengalami kerusakan lalu panas dan menyebabkan bagian kulit dada kiri pasien itu melepuh.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *