Anak Nakal di Sekolah, Guru Cuek Saja Karena Dihantui Akan Dilaporkan ke Polisi

EMPAT LAWANG, KS
Sejumlah guru di Empat Lawang mulai terkesan bersikap apatis (cuek), terhadap siswa yang membangkang atau nakal. Ini terjadi, karena dihantui ketakutan para guru jika para wali murid melapor ke pihak berwajib.

Informasi dihimpun di lapangan menyebutkan, ketakutan para guru bukan tanpa alasan, tak sedikit permasalahan yang berujung pada proses hukum terkesan menyudutkan para pahlawan tanpa tanda jasa ini.

Hanya karena dimarahi sedikit, dicubit atau dipukul sedikit, wali murid langsung melaporkan guru ke polisi. Bahkan, karena ketakutan menghadapi proses hukum para guru tadi diperas uang “damai” mencapai jutaan rupiah.

Ironisnya, sampai saat ini nyaris tak ada perlindungan hukum, saat memberikan hukuman fisik terhadap siswa yang melanggar disiplin, khususnya pada saat sekolah sedang berlangsung. Wali murid yang mendapati anaknya dihukum oleh guru, terkadang langsung melaporkan guru tersebut ke aparat kepolisian. “Ada guru yang sempat damai hingga jutaan rupiah, karena menghukum salah satu murid yang bermasalah,” ungkap FI, salah satu guru sekolah menengah di Tebing Tinggi.

Ia menjelaskan, guru menjadi bingung saat mendapati siswa yang melanggar disiplin dan pantas mendapatkan hukuman. “Setelah beberapa kejadian, guru jadi khawatir untuk bertindak. Sedangkan siswanya yang melanggar menjadi semena-mena, karena merasa gurunya akan takut,” imbuhnya seraya menambahkan, saat ini lebih banyak guru yang sekedar memberikan pendidikan seadanya, karena khawatir dilaporkan ke aparat keamanan jika memberikan hukuman fisik.

Sementara itu, Ketua PGRI Empat Lawang sekaligus Plt bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah menegaskan, guru tetap dilindungi saat menjalankan profesinya. Namun sejauh ini belum ada laporan yang masuk, terkait dugaan guru yang dilaporkan oleh wali murid ke aparat kepolisian. “Profesi guru sangat mulia dan dilindungi undang-undang. Jika ada yang bermasalah dengan hukum, bisa didampingi dan dibantu menyelesaikannya,” ungkap Syahril.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Empat Lawang, Agusni Efendi mengatakan, tugas guru adalah membina, mendidik dan mengajar. Selan itu, guru diminta untuk memberikam nilai-nilai budi pekerti dan menumbuhkan jiwa membina pada siswa saat mendidik. “Memberikan hukuman fisik memang tidak dianjurkan, karena hukuman fisik memberikan efek yang tidak baik bagi perkembangan siswa. Guru juga harus bisa menahan emosinya, saat mendidik dan menghadapi siswanya,” ujar Agusni.

Ia menambahkan, orang tua siswa atau wali murid pun, hendaknya tidak percaya begitu saja dengan laporan yang mereka terima dari anak-anaknya yang dihukum. “Sebaiknya di cek dulu kebenarannya ke pihak sekolah, jangan langsung melapor ke aparat kepolisian. Disamping itu, guru juga manusia yang mempunyai batas kesabaram,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




2 thoughts on “Anak Nakal di Sekolah, Guru Cuek Saja Karena Dihantui Akan Dilaporkan ke Polisi

  1. Benni Asmara

    Mana ada tuh yang dilindungi undang-undang apalagi dibantu permasalahannya, bullshit.. yang ada kalau ada masalah pejabatnya pada menghilang dan susah dihubungi (tidak mau terlibat ga ada untungnya apalagi mau dapat fulus, mending liburan atau urusin kerjaan yang ada fulusnya). tapi biarlah yang menikmati kan mereka juga (itu kan anak2 mereka juga lho yang akan mereka petik hasilnya di hari tua / azab).hahaa.. ada yang ditaroh dipanti, ada yang diusir dari rumah sendiri, yang ga diurusin dirumah (hasil dari pendidikan dini anak mereka .. sekali lagi hahaa.. Amin.

    Reply
  2. william

    guru tugas utamanya adalah memberikan pendidikan formal, pendidikan budi pekerti yang diberikan guru terbatas karena waktu memberi pelajaran di sekolah juga terbatas. siswa hanya di sekolah dari pagi sampai siang, sebagian besar waktu ada di rumah. anak budi pekertinya bisa baik kalau orang tuanya mendidik dengan baik juga. liat saja anak yang nakal, lihat cara mendidiknya sudah benar belum. sulit mengajar anak yang memang sudah nakal dari rumah.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *