Siapa Bilang, Ahok Bakal Menang Mudah dalam Pilgub DKI 2017 Nanti?

Terkait hasil survei CSIS, banyak media dan pengamat yang mengatakan Ahok bakal memenangi Pilkada DKI 2017 nanti. Katanya, Ahok akan menang mudah karena tidak mempunyai lawan sebanding.

Mungkin media tidak memperhatikan tingkat popularitas dan tingkat efektivitas kesukaan responden. Dalam survei tercatat, popularitas Ahok (94%) memang paling tinggi, bahkan terbilang menonjol dibanding nama-nama lainnya, seperti Tantowi Yahya (81%), Ridwan Kamil/Kang Emil (71.25%), Abraham Lunggana/Lulung 69.25%), Hidayat Nurwahid (64.5%), dan Tri Rismaharini/Risma (63.75%).

Tetapi, dari sisi efektivitas kesukaan, posisi pucuk ditempati oleh Risma dengan 85.54%. Di bawah Risma bertengger Kang Emil dengan 85.02%. Sementara Ahok berada di urutan ketiga dengan 71.39%. Apa artinya? Dari 63% yang mengenal Risma, 85,54% renponden menyukainya. Demikian juga dengan Kang Emil, dari 71,25% yang mengenalnya, 85,02% di antaranya menyukainya. Sementara, dari 94% yang mengenal Ahok, hanya 71,39% yang menyukainya.

Artinya, Ahok menang populer, tetapi soal disukai oleh responden Rsma dan Emil lebih unggul. Sangat wajar kalau Ahok sangat populer bagi responden mengingat Ahok merupakan gubernur DKI dan paling banyak diberitakan oleh media nasional. Demikian juga dengan Tantowi, sekalipun masa keselebritisannya sudah pudar, Tantowi masih sering muncul sebagai narasumber sejumlah media. Sementara nama Kang Emil lebih dikenal lewat aktivitas gaulnya di media sosial.

Tetapi, sekalipun gaul, Kang Emil jarang diberitakan oleh media nasional. Lebih parah lagi Risma, sudah tidak gaul diberitakan media nasional pun jarang. Rilis survei CSIS ini mengingatkan pada berbagai rilis survei sebelumnya. Dalam berbagai rilis survei sebelum Pilpres, misalnya, nama pedangdut Rhoma Irama menempati puncak popularitas dengan angka 98% (mungkin 2% sisanya lebih mengenalinya sebagai Oma Irama).

Tetapi popularitas yang tinggi itu sangat jomplang dengan elektabilitasnya yang tidak sampai 5%. Karenanya sekuat apa pun berkampanye atau mempromosikan dirinya, Rhoma tidak akan ada yang menggaetnya sebagai capres. Bandingkan dengan Jokowi, meski popularitasnya berkisar di angka 60%, tetapi elektabilitasnya menduduki puncak tertinggi dengan 33%- 35%. Sementara, Prabowo yang mengungguli Jokowi di tingkat popularitas, tetapi elektabilitasnya di bawah 20%, atau jauh di bawah Jokowi.

Berkaca dari berbagai perbandingan antara tingkat popularitas dengan tingkat elektabilitas dalam Pilpres 2014, maka untuk bisa mengalahkan Ahok, baik Kang Emil maupun Risma hanya membutuhkan kenaikan tingkat popularitasnya. Dan, bagi Kang Emil dan Risma, menaikkan tingkat popularitas bukan hal yang sulit. Keduanya hanya membutuhkan promosi intensif. Inilah yang dilakukan Jokowi dalam Pilgub DKI 2012.

Waktu itu popularitas Jokowi jauh dibanding Foke. Lebih parah lagi, tingkat elektabilitas Jokowi pun di bawah Foke. Tetapi selisih antara tingkat popularitas dengan elektabilitas Jokowi tidak selebar Foke. Artinya, Jokowi hanya butuh lebih dikenal untuk bisa mengalahkan Foke. Dan, lewat kampanye yang sedemikian gencar, Jokowi mampu memenangi Pilgub DKI. Jadi, siapa bilang Ahok bakal menang mudah dalam Pilgub DKI nanti? Sumber foto:

TEKS : KOMPASIANA/GATOT SWANDITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *