Gara-gara Bersampul Al-quran, Pedagang Terompet Sepi Pembeli, Di Tanjung Enim Tidak Ditemukan.

TANJUNG ENIM, KS

Para pedagang terompet asal Tanjung Enim maupun dari luar daerah yang berjualan di Kabupaten Muara Enim terdampak adanya temuan terompet bersampul Alquran, sebagaimana yang terungkap di Kota Pekalongan Jawa Tengah.

Ojan (50), Pedagang terompet yang berdomisili di  Talang Gabus, Tanjung Enim, mengaku pendapatannya terimbas adanya temuan terompet bersampul Alquran. Meski tidak signifikan, namun pria ini mengaku akibat informasi itu ada jumlah penurunan pembeli. Ojan sangat mengetahui minat pembelli dari tahun ke tahun. Sebab setiap jelang pergantian tahun, Ojan selalu berjualan terompet. Soal pembuat terompet bahan sampul Alquran, Ojan menduga, yang bersangkutan para perajin atau produsen anyar.

“Kalau terompet saya ini dibuat dari bahan kertas bekas biasa dan tidak berbahan sampul Alquran, bisa di cek kok mas,” katanya kepada Hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM di jumpai di lokasi berjualan, pojok Bundaran Air Mancur Tanjung Enim, sekitar patung Monumen Perjuangan (Monpera) rakyat Tanjung Enim (Simpang Muhammadiyah)‎. Kamis (31/12/2015) siang.

Ojan (50), Pedagang terompet di  Talang Gabus, Tanjung Enim

Ojan (50), Pedagang terompet di Talang Gabus, Tanjung Enim

Adapun terompet yang dijual Ojan, ada berragam bentuk. Ada yang menyerupai nama-nama hewan seperti ayam, naga, burung, monyet, harimau dan ada juga berbentuk mayoret marching band.

Ketika di tanya berapa pasaran harga terompet yang ia tawarkan kepada pembeli? Terompet yang bentuk motif, hanya dijual Rp 5 ribu. Sementara yang berbentuk hewan Rp.15 ribu. Adapun bahannya kata dia, dari Cirebon dan dibuat sendiri olehnya di rumah.

“Berjualan baru hari ini sengaja jelang tahun baru aja. Namun kalau rekan lain, ada yang seminggu sebelumnya. Tahun lalu, ada seribu lebih terjual. Tapi buka cabang di tempat lainnya yang dibantu oleh anggota keluarganya,” ujarnya.

Ia juga mengaku, sejak penemuan terompet bersampul Alquran, Ojan sempat didatangi aparat polisi. “Tadi pagi sekitar pukul 08.00 , saya didatangi polisi berjumlah 10. Tapi mereka cuma lihat dan tanya-tanya barang yang saya jual dari mana, terus saya jawab ini saya buat sendiri,” jelasnya.

2

Sejumlah pedagang terompet di simpang Muhammadiyah Tanjung Enim, Tampak sepi pembeli. Menurut mereka akibat penemuan terompet bersampul Al-quran.

‎Sementara, Bambang pedagang terompet lainnya yang berjualan secara keliling mengaku sepi pembeli semenjak adanya temuan terompet bersampul Alquran.

Menurut dia, meski bertaburan para pedagang terompet di sekitar Monpera dan tempat-tempat lainnya, namun sepi pembeli meski momen pergantian tahun baru masehi ini semakin dekat.

Sebagaimana ‎Ojan, Bambang mengaku pendapatannya dari menjual terompet pada tahun ini sangat menurun drastis. Biasanya beberapa hari memjelang pergantian malam tahun baru sudah ramai masyarakat yang membeli terompetnya.

“Yo kito berkeliling bae. Ini stanbay dulu di sekitar lapangan Tenis Talang Jawa, terus nanti ke simpang Rantimin. Dua tahun lalu sempat dapat job permintaan ratusan terompet‎ dari panitia tahun baru PTBA, tapi tahun ini tidak mungkin orang lain,” ujarnya.

Seperti diketahui, peredaran terompet bersampul Alquran awal mula di ketahui peredarannya di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Namun setelah dilakukan penyelidikan polisi, rupanya kasus serupa juga terjadi di kabupaten lainnya, diantaranya kabupaten Blora, Klaten, Demak, Pekalongan, Batang dan Wonogiri.

Kepolisian Resort Karanganyar, Jawa Tengah, juga berhasil menemukan terompet yang terbuat dari bahan cetakan sampul buku Iqro.‎ Petugas pun langsung mengamankan barang bukti dari tangan penjual dan perajin terompet di Karanganyar. Sementara di Tanjung Enim, hingga malam ini, Kamis (31/12/2015) tidak ditemukan kasus terompet bersamul Al-quran.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *