Mendagri: 58 Persen Camat Tak Paham Tata Kelola Pemerintahan

TANJUNG PINANG, KS

Tata kelola pemerintahan daerah (pemda) seluruh Indonesia menjadi perhatian Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Apalagi, menurut Tjahjo, sekitar 58 persen camat di Tanah Air tidak memahami tata kelola itu.

“Sebanyak 58 persen camat dari enam puluh ribu sekian camat tidak paham tata kelola pemerintahan. Dokter gigi saja bisa jadi camat. Boleh atau enggak? Ya boleh-boleh saja sebenarnya. Tapi, dia harus memahami tata kelola pemerintahan,” kata Tjahjo.

Hal itu disampaikannya saat berpidato pada pelantikan Penjabat Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), di Tanjung Pinang, Kepri, Rabu (30/12/2015).

Dia menyatakan, banyak pemenang pilkada yang menempatkan tim pemenangan masing-masing untuk menjadi camat, lurah atau jabatan lain di pemda . Penempatan itu, lanjutnya, tidak berdasarkan atas kapasitas dan kapabilitas. “Jangan sampai sarjana sosial malah jadi direktur rumah sakit,” kata Tjahjo.

Seperti diberitakan, Staf Ahli Mendagri Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga, Nuryanto diangkat sebagai Pj Gubernur Kepri menggantikan Agung Mulyana. Pasalnya, Agung sudah memasuki masa pensiun.

Nuryanto memimpin sementara Kepri hingga dilantiknya gubernur dan wakil gubernur definitif hasil Pilkada Serentak 2015. Sebelumnya, Agung yang juga Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, menjadi Pj Gubernur Kepri pada 21 Agustus 2015.

“Saya sangat berbangga karena saya diantar oleh Pak Mendagri sampai masa pensiun. Sangat jarang seorang PNS yang masuki masa pensiun diantar oleh Mendagri. Saya bangga. Ini adalah suatu kebanggan yang luar biasa,” kata Agung.

Dia juga berterima kasih telah mendapatkan gelar adat selama memimpin Kepri. “Saya juga bangga karena di sini saya bisa mendapat gelar adat, Datuk Sri. Ini pengalaman yang luar biasa,” ujarnya.

TEKS / FOTO : BERITASATU.COM

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *