Libur Tahun Baru di Palembang, Bisa Ziarah ke Makam Raja

Jika liburan Tahun Baru di Palembang, sempatkan mampir ke Bukit Siguntang. Di sinilah Raja-raja yang berkuasa di Kerajaan Sriwijaya dimakamkan.

Bukit Siguntang adalah salah satu destinasi wisata yang bisa traveler tuju saat liburan akhir tahun di Palembang. Di bukit ini, terdapat makam para raja Sriwijaya dulu berkuasa.

Jalan setapak menuju ke Bukit Siguntang

Jalan setapak menuju ke Bukit Siguntang

Traveler bisa berziarah, atau sekadar menikmati suasana alam yang sejuk nan hijau, seperti yang detikTravel lakukan saat berkunjung ke sana beberapa pekan lalu.

Bukit Siguntang ada di sebelah utara Sungai Musi. Sekitar 3 km jauhnya dan masih termasuk ke wilayah kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Jika ditempuh dari Palembang, jaraknya sekitar 4 km di sebelah barat daya ibukota Sumatera Selatan tersebut.

Makam Putri Rambut Selako dan Pangeran Radja Batu Api

Makam Putri Rambut Selako dan Pangeran Radja Batu Api

Tercatat ada 7 orang Raja Sriwijaya yang dimakamkan di sini. Ada Radja Sigentar Alam, Putri Kembang Dadar, Panglima Bagus Kuning, Panglima Bagus Karang, Putri Rambut Selako, Pangeran Radja Batu Api dan terakhir adalah Panglima Tuan Djundjungan.
Ketujuh orang ini merupakan keluarga bangsawan dan raja yang pernah bertahta di Sriwijaya. Masing-masing nama yang disebutkan di atas, memiliki kesaktiannya tersendiri.

Salah satunya adalah Putri Kembang Dadar. Menurut, Beny Pramana Putra, pemandu yang menemani detikTravel berkeliling Bukit Siguntag, putri ini kebal segala jenis senjata.

“Putri Kembang dadar itu sakti mandraguna, kebal senjata tajam dan kebal api. Senjata apa saja tidak mempan, tidak bisa melukai. Istilahnya didadar seperti telur di atas api juga tidak mempan. Itulah mengapa dinamakan Putri Kembang Dadar,” ujar Beny, begitu ia kerap disapa.

Menara di Bukit Siguntang

Menara di Bukit Siguntang

Selain Putri Kembang Dadar, masih banyak makam raja lainnya yang bisa traveler ziarahi. Biasanya wisatawan atau peziarah ramai di hari tertentu. Misalnya menjelang perayaan Waisak, pasti diadakan kirab budaya, dan ada para Biksu yang bersembahyang, mengingat Kerajaan Sriwijaya dahulu adalah Kerajaan Buddha yang termasyhur di zamannya.

“Bukit Siguntang ini ramai menjelang Waisak. Ada kirab budaya, para Biksu juga sembahyang di sini. Dahulu Bukit Siguntang termasuk tempat yang suci bagi para pemeluk agama Buddha, sampai sekarang,” imbuh Beny.
Masyarakat setempat bahkan menganggap Bukit Siguntang sebagai tempat yang keramat dan konon katanya angker. Hal itu dibenarkan oleh Beny, menurutnya banyak kejadian mistis yang terjadi, misalnya saja pengunjung yang tiba-tiba kesurupan.

Bahkan, acara TV Dunia Lain pernah mengambil gambar untuk Uji Nyali pada tahun 2003. Namun sekarang, kesan itu ingin diubah sehingga Bukit Siguntang bisa juga dikunjungi oleh wisatawan, terutama anak muda dan keluarga.

“Bukit Siguntang ini dikenal angker, banyak kejadian mistis, tapi kita ingin mengubah itu. Nantinya di areal ini akan dipasang beberapa titik hotspot, sehingga wisatawan bisa pakai WiFi gratis untuk internetan. Rencananya juga akan dibangun jogging trek, buat olahraga warga,” terang Beny.

Traveler yang penasaran dengan Bukit Siguntang bisa langsung mampir ke sini, mumpung sebentar lagi libur tahun baru. Harga tiketnya pun lumayan terjangkau, sekitar Rp 2.000 per orang.

TEKS / FOTO : WAHYU/DETIK.COM

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *