Polisi dan TNI Siaga, Natal di Tanjung Enim Hikmat dan Aman

TANJUNG ENIM, KS

Ratusan umat Nasrani Jemaat “Bukit Asam” dan umat Katolik di Tanjung Enim, sejak Jumat pagi, (25/12/2015)  mendatangi dan melakukan Kebaktian atau Misa dengan khidmat,. Mereka  merayakan perayaan Natal 2015 di Gereja  Protestan Injili Nusantara (GPIN) dan Gereja Santo Yosef di kawasan Talang Jawa, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Pendeta Sugeng Prayitno  di hadapan jemaat GPIN Bukit Asam dalam khotbah natalnya menyampaikan firman Tuhan surat Matius 1 ayat 18-20 bahwa, Natal adalah moment yang sangat membahagiakan, karena ini adalah lahirnya Tuhan “Yesus Kristus” sang juru selamat adalah ALLAH. ‎

Suasana Natalan di Tanjung Enim

Suasana Natalan di Tanjung Enim

Di jumpai usai perayaan natal di sela open house, Pdt.Sugeng Prayitno kepada Reporter RGBA FM menjelaskan bahwa Natal adalah suka cita, karena dalam iman kristen bahwa ALLAH yang maha suci menjelma menjadi manusia, sehingga manusia yang berdosa bisa bertemu dengan ALLAH.

“Intinya natal adalah mempering‎ati hari kelahiran Yesus Kristus. Memang masih ada karya ALLAH lainnya termasuk perayaan paskah dan sebagainya. Tapi ini suka cita, karena manusia yang berdosa dikasih ALLAH, sehingga ALLAH yang tidak berdosa rela menjadi manusia untuk bertemu dengan manusia yang berdosa,” jelasnya.

Adapun tema yang di ambil dalam perayaan natal tahun ini lanjut Pdt Sugeng “Yesus Kristus Adalah Sang Jurus Selamat Dunia””. Oleh karena itu kata dia, umat kristen diharapkan tidak takut, karena Yesus sudah berjanji menyertai, tapi juga umat Kristen seharusnya peduli dengan lingkungan, dengan kawan-kawan. Kenapa? Karena memang itu juga dipanggil supaya merekapun mendapatkan keselamatan yang orang kristen peroleh dari tuhan Yesus Kristus.

Pdt. Sugeng mengatakan, rangkaian pelaksanaan natal 2015 di GPIN sudah di mulai sejak awal Desember dengan kegiatan perayaan natal, antara lain diperuntukan bagi anak-anak muda, bagi kaum wanita, di sekolah minggu, serta perayaan natal untuk umum. “Dan barulah pada Jumat pagi, 25 Desember puncaknya dari segala rangkaian kegiatan natal 2015,” tegasnya.

Ia juga mengucapkan terimakasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang telah mendukung dan memfasilitasi juga kepada TNI dan Polri dan Sentra Komunikasi (senkom) yang merupakan mitra keamanan.  “Terimakasih untuk dukungan dan perhatiannya sehingga acara kegiatan natal dapat berjalan dengan baik dan lancar, tuhan memberkati,” pungkasnya.

Gereja Tertua

Gereja Protestan Injili Nusantara (GPIN) Bukit Asam salah satu gereja terbesar dan terlama   (tertua) di Kabupaten Muara Enim. Dilihat dari para Jemaatnya, selain dari wilayah Tanjung Enim dan Muara Enim sekitarnya, ada juga jamaat dari luar kota yang kebetulan anaknya kuliah di luar kota. Sehingga, ketika pulang ke Tanjung Enim membawa keluarganya, seperti dari Jakarta, Bandung, Medan, Bogor dan kota lain untuk berkumpul dalam merayakan natal.

Natalan di Gereja Santo Yosef

Suasana ‎perayaan Natal 2015 juga di rasakan penuh suka cita oleh ratusan umat Katolik jemaat Gereja Santo Yosef di komplek Yayasan Sekolah Xaperius Imanuel Tanjung Enim. Menurut Romo Lois kepada Reporter RGBA FM usai khotbah natalnya mengatakan, perayaan Natal 25 Desember adalah puncaknya.

Dalam masa menyambut hari raya natal atau kelahiran diandaikan seorang Ibu yang merindukan akan kelahiran anaknya dalam sebuah keluarga, pasti akan menyiapkan segala sesuatu. “Dengan demikian juga kami sebagai umat Katolik Santo Yosef Tanjung Enim. Bahwa dalam menyambut perayaan hari natal, kami melalui berbagai proses. Dalam 4 minggu sebelum hari raya natal ‎ kami menjalani persiapan rohani atau fisik umat beriman sebelum natal yang disebut masa liturgi Adven,” jelasnya.

Namun yang terpenting lanjut Romo Lois adalah persiapan hati, bahwa dalam‎ masa pertobatan mengingat kembali akan segala dosa kesalahan yang pernah dilakukan baik terhadap keluarga, jemaat satu gereja, maupun terhadap umat beragama lainnya ataupun dalam kehidupan bertetangga dalam bermasyarakat.

“Jadi selama 4 minggu atau sebulan lebih sebelum menjelang natal kami melakukan persiapan. Lalu pada malam natal kemarin ka‎mi menyambut natal atau hari kelahiran dan melakukan misa yang dimulai dari pukul 18.30 sampai pukul 21.00 Wib,” urainya.

Jemaat yang datang di gereja itu, selain dari wilayah Tanjung Enim dan Muara Enim, juga dari wilayah PT Cipu (perkebunan/pabrik sawit). Tema Natal tahun ini “Menjadikan Keluarga Kita Sebagai Keluarga ALLAH” dalam artian bahwa ketika ALLAH atau melalui cinta kasihnya melalui putaran hadir di tengah keluarga maka kedamaian dan ketentraman itu pasti akan ada. Tinggal bagaimana keluarga-keluarga melanjutkan cinta kasih kebaikan nya itu kepada orang-orang yang ia jumpai.

Di akhir perbincangannya, Romo Lois pun tidak lupa mengucapkan terima kasihnya ‎kepada pemerintah setempat yang ikut mendukung untuk kelancaran dalam melakukan beribadah dan juga petugas keamanan seperti dari aparat kepolisian dan TNI yang telah berjaga baik sebelum masa persiapan hingga pelaksanaan natal selesai

FOTO/TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGBA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *