Merasa Janggal, Burhansyah Lapor ke KASN dan Gugat ke PTUN

EMPAT LAWANG, KS
Pencopotan secara mendadak sekretaris daerah (Sekda) Pemkab Empat Lawang berbuntut panjang. Selain ada dugaan proses pemindahan secara sepihak, ternyata Burhansyah sendiri tidak pernah mengajukan usulan ataupun menyetujui perpindahannya ke Pemprov Sumsel.

Ditemui sejumlah awak media, mantan Sekda, Burhansyah mengaku tidak terima dirinya dipindahkan menjadi PNS di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel. Sebab, dia menilai proses pemindahannya ini tidak sesuai dengan prosedur dan aturan berlaku.

Burhansyah membeberkan laporannya ke KASN

Burhansyah membeberkan laporannya ke KASN

“Saya tidak pernah mengusulkan pindah. Saya terus terang kalau jabatan tidak masalah. Permasalahannya adalah proses dan prosedur saya dipindahkan ini, kok tidak ada hujan dan petir tiba-tiba dicopot,”cetus Burhansyah, Rabu (23/12/2015).

Burhansyah juga menyesalkan, sebab dirinya yang selama ini merupakan PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang. Bukan PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.  “Mengapa tiba-tiba saya dipindahkan ke provinsi. Apakah ini murni kedinasan atau masalah pribadi,” katanya.

Diuraikan Burhansyah, surat pemindahannya ke Pemprov Sumsel diterimanya dari Plt Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah pada Jumat (17/12/2015) sekitar pukul  23.00 WIB usai rapat paripurna di DPRD Empat Lawang. Surat tersebut merupakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel Nomor : 167/KPTS/BKD.II/2015 tentang pemindahan pegawai negeri sipil tertanggal 14 Desember 2015.

Selanjutnya dengan adanya surat itu Plt Bupati membuat surat perintah dengan Nomor : 090/ (masih kosong) /ST/BKD/2015. “Isinya menerangkan bahwa saya sudah ditarik ke Pemprov Sumsel sehingga jabatan Sekda Empat Lawang kosong,” jelasnya.

Namun demikian, kata Burhansyah, sebelum dirinya ditarik ke Pemprov Sumsel, Plt Bupati mengusulkan dirinya untuk dipindahkan ke Pemprov Sumsel. Padahal dirinya tidak sama sekali mengusul untuk pindah. “Ini sama saja saya diberhentikan dan kesalahan saya apa, tidak ada penjelasan. Pemberhentian itu ada empat dasar, mengundurkan diri, berhalangan tetap, bermasalah dengan hukum dan pensiun,” bebernya.

Karena proses dan prosedur pemindahan dan pencopotan jabatannya dinilai janggal, Burhansyah memastikan, sudah melaporkan ini ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), tinggal menunggu jawaban. Bahkan dirinya berencana melakukan gugatan terhadap Plt Bupati Empat Lawang ke  Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). “Langkah saya akan menunggu KASN. Bahkan nanti akan gugat ke PTUN, yakni Plt bupati (Syahril),” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Empat Lawang, Hamdan tidak banyak komentar dengan hal ini. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat mutasi terhadap Burhansyah. “Surat itu tidak melalui BKD,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD Empat Lawang, H David Hadrianto menilai pergantian Sekda ini terlalu cepat. Semestinya menunggu penentuan evaluasi APBD Empat Lawang 2016 yang sudah berjalan. “Kenapa tidak menunggu penentuan evaluasi APBD 2016. Sebab Sekda merupakan kepala TPAD. Selain itu apakah ini sangat prinsip dengan kondisi kepala daerah yang berstatus Plt dan jabatan Sekda juga Plt,”tukasnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




2 thoughts on “Merasa Janggal, Burhansyah Lapor ke KASN dan Gugat ke PTUN

  1. joncik muhamad

    biasa pindah memindah, trima saja bro, itu kan kebijakan atasan, kalau atasan tidak nyaman makai ya copot aja,

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *