Awasi Penyalahgunaannya, Obat Batuk “Komix” Bisa Bikin “Fly”

EMPAT LAWANG, KS
Setelah kasus penyalahgunaan pil Dextromethorphan, kini Empat Lawang kembali dihebohkan maraknya penyalahgunaan obat batuk cair sachet merek Komix. Diduga obat batuk ini juga mengandung dextro sekitar 15 miligram, dengan dosis diluar ketentuan dokter tentu bisa membahayakan penggunanya.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, penyalahgunaan obat batuk Komix, marak dilakukan para pemuda sebagai pengganti Narkoba. Ironisnya, sejak beberapa bulan terakhir obat ini laris manis dipasaran, baik di apotik maupun di sejumlah warung manisan penjual obat.

“Kalau ada pesta (orgenan, red) banyak bertebaran bekas bungkus komix sachet itu, awalnya saya mengira mungkin hanya digunakan sebagai obat,” kata sumber Kabar Sumatera, Senin (21/12/2015).

Namun, kata dia, setelah ada informasi di media online saya baru menyadari, ternyata sering bertebaran bungkus Komix di lokasi orgenan itu karena penyalahgunaan dan bisa membuat “Fly”. “Itu bahaya, harus ada pembatasan dalam penjualannya,” imbuhnya.

Dari keterangan salah satu apotik di Tebing Tinggi, saat ini penjualan Komix di stop. Namun, tak bisa dipungkiri kemungkinan masih banyak beredar di masyarakat. “Kami sudah lama idak jual Komix, karena takut disalahgunakan jadi Narkoba,” ungkap Ef, pemilik apotik baru-baru ini.

Ia tak menampik, obat batuk Komix yang mengandung Dextro, bisa membuat “Fly” jika dosis digunakan lebih dari ketentuan dokter. Dirinya pun mendapatkan informasi, di Empat Lawang sudah banyak pemuda doyan menyalahgunakan Komix. “Makanya apotik tak mau jual lagi,” ujarnya.

Terkait kasus ini, Dinas Kesehatan(Dinkes) Empat Lawang memastikan, segera menyurati seluruh Apotek dan warung penjual obat untuk tidak menjual Obat tersebut jika memang ada larangan dari BPOM. “Kita cari dulu larangan dari BPOM itu, kalau memang betul dilarang maka wajib kita tarik semua,” ungkap Kepala Dinkes Empat Lawang, M Taufik.

Taufik mengaku sudah sering mendapat laporan penyalahgunaan obat tersebut, namun pihaknya masih menunggu surat edaran dari BPOM. “Memang saya sudah sering dengar, ya kalau memang terbukti mengandung dextro maka akan kita larang peredarannya,” jelasnya.

Secara terpisah, Anggota DPRD Empat Lawang, Windera Safri meminta agar Dinkes segera bergerak untuk memastikan kandungan obat Komix tersebut. “Cepat-cepat dipastikan, jangan sampai tidak ada kejelasannya,”tukasnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *