Pasiterdim 0404 Muara Enim : Kita Ini Kaya, Kok Masih Impor? TNI dan Petani Tanam Padi Bersama

TANJUNG AGUNG, KS

“Kita membantu mengawal para pertanian supaya di bidang pertanian ini maju dan tidak lagi mengimpor dari luar, sehingga kita bisa berjaya seperti dulu dengan program Swasembada Pangan. Namun sekarang kita, malah impor? Negara kita ini subur, kenapa kita harus membeli, makanya kita dari petinggi atas ini berfikir bahwa sarana petani ini harus di hidupkan kembali lagi supaya kita lebih berjaya lagi seperti masa lalu,” ujar Kapten Gunadi Pasiter Kodim 0404 Muara Enim, di sela-sela melakukan tanam padi di Desa Embawang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, pekan silam.

Kapten Gunadi berharap, di masa mendatang, para petani dapat sejahtera, sehingga negeri ini tidak melakukan impor beras dari negara lain. “Dengan begitu petani harus dimudahkan oleh pemerintah mulai peralatan, pupuk dan bibit.  Saat ini, kita membantu untuk mengawal dan menggalakkan petani agar lebih semangat lagi,” tegasnuya.

Seperti diiformasikan, setelah sebelumnya melakukan kegiatan penanaman perdana padi serentak pada 7 Desember 2015 di ‎5 desa dalam wilayah kecamatan Tanjung Agung, pekan silam, secara berkala TNI lakukan kembali tanam padi di Desa Embawang.

Baco Berita Sebelumnya : ‎Tingkatkan Swasembada Pangan, TNI Bersama Masyarakat Lakukan Penanaman Padi Serentak‎)

Maman Suherman, SP Penyuluh pertanian di Kecamatan Tanjung Agung ketika di konfirmasi di kantornya  mengatakan, pihaknya kembali melakukan penanaman serentak bersama kelompok tani Sumber Makmur dan Karang Lanta.  Kegiatan penanaman tersebut di hadiri oleh Danramil 404-05 Tanjung Enim dan Agung bersama Babinsa, Pasiterdim  dari Muara Enim.

“Ya di desa Embawang  dengan Luas penanaman padi 25 Hektar, sehingga total padi sementara ini yang di tanam di kecamatan Tanjung Agung ada sekitar 1000 H dan di harapkan nanti di adakan kembali penanaman padi oleh beberapa kelompok tani sebanyak 600 H.  Mudah – Mudahan di akhir bulan ini tuntas semua penanaman padi hingga bisa mencapai 2400 H,” ujarnya.

Maman juga berharap di masa mendatang, pihaknya akan meningkatkan koordinasinya dengan Babinsa dan para pelaku media yang membantu peliputan dan dokumentasi. “Tujuannya kalaupun ada keluhan dan hambatan di lapangan yang tidak dapat di sampaikan, diharapkan media dapat menjembatani   pihak terkait. Keluhan petani disini misalnya masalah air yang berkaitan dengan dinas PU Bina Marga Muara Enim, sebab ada beberapa titik irigasinya belum sempurna dalam artian irigasi desa,” ujarnya.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *