Pengusaha asal Korsel Kritik Perizinan Indonesia, Empat Lawang Siap Mempermudah

EMPAT LAWANG, KS

Perizinan di Indonesia hingga kini masih menjadi salah satu kendala bagi masuknya investor asing ke negeri ini. Sebagian investor mengaku, birokrasi Indonesia selalu menerapkan dua pintu depan dan belakang dalam hgal perizinan. Sejak investor merencanakan investasi sudah diminta biaya perizinan. Setelah itu, saat usaha yang dikelola penguntungkan akan diminta lagi tagihan non pajak yang cenderung di bawah tangan.

Sejumlah kasus itu, kemudian membancuing kritik salah satu pengusaha asal Korea Selatan, Mr Han Nyo Hu saat berkunjung ke Kabupaten Empat Lawang, Senin (14/12/2015). Melalui Mr Muslim Syafe’i, juru bicaranya, Mr Han menyatakan setiap investasi di Indonesia ada sedikit kendala perizinan. Oleh sebab itu, Mr Han berharap agar Pemkab Empat Lawang bisa membantu agar perizinan lebih efektif. “Iya, kendalanya izin kadang agak susah,” tukasnya.

Juru bicara investor Korsel memberikan penjelasan di hadapan jajaran Pemkab Empat Lawang (Foto.Dok.KS/SAUKANI)

Juru bicara investor Korsel memberikan penjelasan di hadapan jajaran Pemkab Empat Lawang (Foto.Dok.KS/SAUKANI)

Hal itu dikatakan Mr Han terkait dengan niat Mr Han yang akan mengembangkan usaha di Kabupaten Empat Lawang. “Kami ingin mengembangkan pembangunan energi listrik tenaga surya (PLTS). Kami harap bisa berinvestasi di Empat Lawang. Namun tidak menutup kemungkinan, akan melihat peluang investasi lainnya,” kata Muslim.

Menanggapi hal itu, Burhansyah, Sekda Empat Lawang menyebut, pengembangan PLTS, serta peluang investasi di bidang lain tentu sangat baik. Ini sifatnya PMA, akan menguntungkan bagi Empat Lawang. Dalam hal ini, Pemkab Empat Lawang, kata Sekda, akan mendorong peluang investasi demi kemajuan daerah, tentu dengan mempermudah proses izin dan kerjasama.

“Mereka (pengusaha korea) mau bantu, tentu itu hal positif dan kita respon. Kita hormati keseriusannya, jauh-jauh dari korea datang ke Empat Lawang,” jelasnya, semabri menambahkan niat investasi pengusaha Korea di Empat Lawang, tetap akan disesuaikan efek positif apa terhadap masyarakat Empat Lawang.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Empat Lawang, M Mursadi mengakui, rencana investasi ditawarkan pengusaha Korea ke Empat Lawang adalah hal positif. Tentu, akan disambut baik demi kemajuan daerah. Tak hanya bidang energi listrik, kata Mursadi, dalam paparan bersama Bappeda Empat Lawang, juga disampaikan beberapa peluang investasi lainnya, seperti pengembangan jalan, jembatan, produktifitas pertanian, perkebunan dan komersial arel lainnya.

“Kita membuka berbagai peluang, tentu nanti akan dikomunikasikan lagi sejauh mana keinginan kerjasama yang akan terjalin nantinya,” kata Mursadi menambahkan, niat baiknua sudah ada, jauh-jauh datang dari korea, itu kita hargai betul.

Ditambahkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Empat Lawang, DR H Nanti Kasih Ade, ada banyak sekali peluang investasi di Empat Lawang. Tentunya bisa memancing investor asing masuk dan menanamkan modalnya, misalkan saja pembangunan Pembangkit Listrik tenaga surya (PLTS), jalan, jembatan dan areal komersil. Nah, semua itu kita tawarkan juga ke investor tersebut.

Kedatangan investor asing dari Korea Selatan, tentu akan disambut baik. Ini demi kemajuan daerah, dengan pengembangan program pembangunan yang akan berdampak positif bagi masyarakat. “Kita sambut baik, kita juga tawarkan peluang investasi yang ada,” kata Nanti Kasih.

Pertemuan dan paparan kondisi pembangunan, ekonomi, pertanian dan geografis Empat Lawang, disampaikan tim Pemkab Empat Lawang, di ruang rapat Sekretariat Pemkab Empat Lawang, diikuti seksama oleh pengusaha Mr Han Nyo Ho beserta tim pendampingnya.

TEKS / FOTO : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *