KATANYA, KAMIS DAN JUMAT PAKAI BATIK KHAS BANYUASIN, KOK BELUM JUGA

PALEMBANG, KS

Anggota DPRD Banyuasin Emi Sumitra mempertanyakan program PNS wajib mengunakan baju batik khas Banyuasin yang mana sebelumnya sudah diwacanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Banyuasin.

“Ya, sebelumnya Koperindag sudah melakukan louncing baju batik sekaligus peresmian tokoh oleh-oleh khas Banyuasin pada tanggal 5 Agustus 2015 lalu, namun kegiatan seperti itu dinilai hanya seremonial saja,” jelas Emi Sumitra.

Dalam artian Ini sudah menghamburkan uang rakyat, bahkan setiap tahunnya pemerintah sudah mengucurkan uang ratusan juta untuk memberikan suport kegiatan itu, namun apa yang dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat.

Hingga saat ini setiap hari Kamis dan Jumat seperti biasanya pegawai Pemkab Banyuasin tidak satu pun memakai baju kebesaran batik khas Banyuasin.

Terlebih lagi siswa sekolah dan kalangan perusahaan swasta yang ada di wilayah Banyuasin wajib memakai baju batik khas Banyuasin, wacana seperti itu sangat menarik, namun substansi program tersebut tidak sesuai dengan yang kita harapan, belum ada eksekusinya.

“Ruang lingkup pegawai sekretariat daerah saja belum terlaksana apa lagi untuk mengembangkan di dunia pendidikan dan perusahaan,” lanjut Emi Sumitra.

Semestinya program itu harus memiliki perencanaan yang matang, misalkan untuk kalangan perusahaan wajib mengunakan baju kebesaran Banyuasin itu, harus dilakukan pembahasan peraturan daerah (perda) bahwa setiap badan usaha yang berdomisili di Banyuasin, setiap pegawai perusahaan wajib mengunakan baju batik, sehingga hina maunya kekuatan hukum yang tetap.

Sementara itu Kepala Dinas Koperindag Haris melalui Kabid UKM Martini SE Msi mengatakan, pihaknya sudah mulai memperkenalkan baju batik tersebut, misalkan pada ulang tahun Kabupaten Banyuasin yang ke 13 kemarin sudah dilakukan.

“Langka selanjutnya kita segera  memperbanyak produksi batik, untuk keperluan pegawai di ruang lingkup Pemkab Banyuasin, sedangkan untuk siswa sekolah dan perubahan swasta akan dibentuk motif atau corak lain sesuai dengan yang dibutuhkan nantinya. Untuk produk batik saat ini, Dekranasda Kabupaten Banyuasin bekerjasama dengan butik dari Jogjakarta bahkan kita sudah membina 6 kelompok pengrajin batik tersebut akan kita bina selanjutnya akan bekerjasama dengan UKM yang ada di Kabupaten Banyuasin,” jelasnya.

Menurutnya, batik Banyuasin memilki khasanah yang berbeda, dimana dua motif yang ada pada batik itu sendiri melambangkan sektor pertanian dan kelautan.

“Sebelumnya ada beberapa motif yang akan diproduksi namun setelah adanya perubahan dan penilaian maka terciptanya dua gambar motif sebagai lambang kekayaan alam Kabupaten Banyuasin seperti gambar ikan sembilan, udang, padi, perahu, karet,” pungkasnya.

TEKS : RMOLSUMSEL.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *