Pese UIN RADEN Fatah Kembangkan Studi Sejarah denganTeknologi 3D

 PALEMBANG, KS

Hadi Wijaya A.md, Ketua Army Boemi Sriwijaya mengatakan, belajar animasi membutuhkan kemauan, semangat  dan ketekunan tinggi, apalagi jika ingin benar-benar menguasai pembuatan animasi.  “Untuk menguasai materi pembuatan animasi, pal

Workshop Animasi 3D (Tiga Dimensi) Sejarah di Aula Fakultas Adab, Sabtu, (12/12/2015).

Workshop Animasi 3D (Tiga Dimensi) Sejarah di Aula Fakultas Adab, Sabtu, (12/12/2015).

ing tidak dibutuhkan minimal 7 kali pertemuan. Setelah itu kita bisa menguasai pembuatan animasi pendek durasi 3-5 menit,” tegasnya pada Workshop Animasi 3D (Tiga Dimensi) Sejarah di Aula Fakultas Adab, Sabtu, (12/12/2015).

Pada acara yang digelar Komunitas Pecinta Sejarah (Pese) Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang ini Hadi juga mengatakan, jika sejarah digabungkan dengan teknologi informasi dan komunikasi, maka akan menciptakan sebuah media yang punya daya tarik masyarakat terhadap sejarah. Pada pertemuan perdana ini, Hadi hanya menyampaikan perkenalan menu-menu yang pada aplikasi Blender dan akan dilanjutkan pada bulan Januari dengan pertemuan-pertemuan berikutnya.

Prof. Dr. J Suyuthi Pulungan M.A, Dekan Fakultas Adab saat membuka acara mengatakan belajar sejarah membuat kita lebih bijaksana. Ilmu sejarah adalah ilmu yang dapat membantu ilmu-ilmu  lain dan tidak akan terbentuk suatu ilmu jika tanpa Sejarah. Lebih lanjut, menurut Suyuti visualisasi sejarah dalam bentuk animasi, merupakan inovasi dan harapan baru di masa depan dunia ilmu sejarah.

Sementara itu, Zulkipli Adi Putra, Ketua Pelaksana dalam sambutannya mengatakan, acara ini diharapkan mampu mengubah persepsi umum masyarakat yang menganggap belajar sejarah itu kuno. “Dengan menggabungkan studi sejarah dan teknologi informasi dan komunikasi, sejarah tidak kalah saing dengan ilmu-ilmu lain,” tegasnya.

Menurut Zulkipli, acara ini tidak hanya berhenti pada satu hari saja, melainkan latihan pembuatan animasi 3D akan terus dilakukan selama 7 kali pertemuan berikutnya. Tujuannya agar peserta benar-benar menguasai aplikasi blender yang menjadi program pembuatan animasi.

Peserta Workshop ini mayoritas mahasiswa berasal dari berbagai Universitas di Palembang. Gagasan menggabungkan Ilmu Sejarah dengan Teknologi Komunikasi dan Informasi ini pertama kali di Fakultas Adab dan Humaniora. Bahkan di UIN Raden Fatah Palembang.

Acara itu dihadiri 110 orang peserta, terdiri dari beberapa organisasi atau Lembaga di Sumatera Selatan. Separti Bapak Hirme Yudi sebagai Ketua Komunitas Barang Antik Sriwijaya, Lembaga Adat Besemah Kota Pagar Alam Sumatera Selatan diwakili oleh Ibu Raden Ayu Safitri, Komunitas Blinder Army Boemi Seriwijaya, DPD HPI Sumsel, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Adab, Himpinan Mahasiswa Jurusan (HMJ) BSA Fakultas Adab. Diikuti  orang peserta Workshop terdiri dari Mahasiswa yang berasal dari Universitas Raden Fatah Palembang, Universitas Politeknik Sriwijaya Palembang, Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang, Mahasiswa AMIK SIGMA Palembang, dan Mahasiswa STKIP PGRI Lubuk Linggau.

TEKS / FOTO : NURKHOLIS – SANTRI SJI PONPES AL-BADAR

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *