Hari Ini, Mau Donor Darah, Tapi Kelurahan Pasar Tanjung Enim Minta Bayar PBB, Panitia : Memangnya Kami Mau Pinjaman Dana Tunai ke Bank?

TANJUNG ENIM, KS

Ada-ada saja. Maksud hati berbuat baik, tapi di lapangan justeru berbalik arah. Betapa tidak? Ketika Paguyuban Keluarga Tanjung Enim Forum (PKB-TEF) ingin kembali menggelar aksi donor darah ke 5, pemerintah Kelurahan Pasar Tanjung Enim, bukan mendukung, bahkan sebaliknya, terkesan mempersulit izin kegiatan dengan meminta bayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

Hal itu diakui dua panitia donor dan perwakilan Tim  Pengarah, Hj Aini Zahrahayu (Aini) dan Sekretarisnya, Dessi Nopriani (Enci). Pada talkshow itu, sebagaimana dilaporkan, Aini didampingi Enci dengan kompak menjawab, aksi mereka kurang mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Bahkan untuk perizinan menurut mereka, panitia sempat dipersulit oleh pihak Kelurahan Pasar Tanjung Enim, dengan mengharuskan mereka membayar pajak PBB agar izin bisa keluar.

Suasana Talkshow di RGBA FM

Panitia PKB-TEF saat Talkshow pertama di Studio 1 RGBA FM Tanjung Enim, Senin (7/12/2015) Petang.

“Ketika kami minta surat izin di Kelurahan Pasar Tanjung Enim, kami terkesan dipersulit. Masa kami ditanya, mana PBB-nya? Memang kami ini mau pinjaman dana tunai ke Bank atau kegiatan kami ini komersial seperti EO menggelar Festival? Ini kan sangat lucu dan mengada-ada! Sedangkan kegiatan kita ini murni sosial tanpa mengambil untung!” ujar Aini didampingi Enci menyesalkan hal itu.

Bahkan, kegiatan mereka sempat dipertanyakan PMI Kecamatan Lawang Kidul. Sebagaimana dilaporkan, ketika menanggapi kedatangan Aini dan Enci, pengurus PMI Kecamatan Lawang Kidul meragukan kegiatan yang akan berlangsung hari ini, Minggu (13/12/15) pagi. Tak ayal, Aini dan Enci sempat agak emosi.

“Jujur kami katakan pada mereka (PMI Kecamatan Lawang Kidul) sampai bilang, kamu ini serius nian apo dengan kegiatan aksi donor darah tersebut? Karena kami tidak pernah tahu kegiatan kalian sejauh ini,” kata Aini yang diamini oleh Enci menirukan ucapkan pengurus PMI Kecamatan tersebut. Namun demikian, ada tidaknya dukungan dari PMI Kecamatan Lawang Kidul menurut Aini bukan hambatan. “Kami tetap masih bisa berjalan dan berkreasi!” ujarnya.

 Jumlah Permintaan Darah Tidak Seimbang

Kegiatan ini menurut Aini, sebagai wujud kepedulian sosial dan menebarkan cinta dan kasih terhadap sesama. Oleh sebab itu  dengan mengusung tema  “Darahku Bukti Cinta Untuk Sesama”, kegiatan ini akan di langsungkan di Lapangan Volly Ball Eks Balitas PTBA/Bawah Masjid Jami Bukit Asam Tanjung Enim, Minggu (13/12/15) pagi.

Ketua panitia pelaksana kegiatan Parlaungan Harahap mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk membantu Unit Donor Darah (UDD) Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, terutama dalam penyediaan kebutuhan darah. Selain itu menurutnya, untuk memperkuat solidaritas sosial masyarakat sekaligus memperat rasa persaudaraan. “Acara ini sekaligus memperingati HUT ke-2 PKB-TEF dan Club Motor King Tanjung Enim (KCTE),” tambah Lok, panggilan akrab Parlaungan Harahap.

Tampak suasana Talkshow kedua PKB-TEF "Lesehan Donor Darah" di studio 2 di RGBA FM, Kamis (10/12/15)

Tampak suasana Talkshow kedua PKB-TEF “Lesehan Donor Darah” di studio 2 di RGBA FM, Kamis (10/12/15)

Lebih lanjut Lok menjelaskan, kegiatan ini merupakan aksi nyata masyarakat untuk berkontribusi langsung guna membantu tersedianya darah untuk masyarakat Tanjung Enim dan sekitarnya. Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kebiasaan baru bagi masyarakat Tanjung Enim dalam menyumbangkan darahnya melalui donor darah secara periodik sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.

Rencananya, pada hari ini, Minggu (13/12/15) pagi hingga sore, panitia akan menggelar di tempat biasa. Sebelum donor darah, akan diadakan sosialisasi dan pembelajaran pengetahuan masyarakat terhadap manfaatnya donor darah. Pada sesi ini, warga akan dijelaskan tentang mekanisme kerja UUD Dinas Kesehatan. “Adapun sasaran kegiatannya adalah masyarakat umum Tanjung Enim dan sekitarnya terutama kalangan pemuda dan pemudi dengan jumlah peserta yang di targetkan 150 orang,” tegasnya.

Tampak Komunitas "Anak Funk" Tanjung Enim pun ikut berperan aktif positif dalan kegiatan sosial.

Tampak Komunitas “Anak Funk” Tanjung Enim pun ikut berperan aktif positif dalan kegiatan sosial.

Sementara itu, Hj Aini Zahrahayu menambahkan dasar pemikiran yang melatar belakang diadakan Aksi Donor Darah ini dikarenakan perbandingan jumlah permintaan dan persediaan darah yang tidak seimbang, serta kurangnya perhatian dan pengetahuan masyarakat terhadap masalah-masalah sosial yang ada di sekitarnya, terutama yang menyangkut masalah stok darah.

“Tentu dengan hadir acara ini, diharapkan mampu mengajak seluruh masyarakat Tanjung Enim dan sekitarnya terutama para generasi muda untuk dapat lebih peka terhadap apa yang terjadi disekitar mereka serta turut mewujudkan apa yang menjadi tujuan diadakannya acara ini,” ucapnya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *