Waduk Siap Digarap, 2016 Pembebasan Lahan 100 Hektar Dimulai

PALEMBANG, KS

Wali kota Palembang, Harnojoyo mengatakan rencana pembuatan waduk di kawasan rawa seluas 100 hektare ini akan dipusatkan di Tanjung Barangan, Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Dipastikan, pada 2016 pembebasan tanah akan segera dilakukan. Hal ini hars dipercepat untuk mengejar target selesai sebelum Asian Games 2018.  “Tanjung Barangan dipilih karena hanya di kawasan ini yang masih memiliki lahan lebih dari 100 hektare,” kata Harnojoyo.

Ia mengatakan, keberadaan waduk ini menjadi suatu kebutuhan mendesak bagi Kota Palembang yang mengalami pertumbuhan menuju kota metropolitan. “Waduk ini diharapkan mengatasi persoalan banjir di Palembang, selain itu akan digunakan juga untuk cadangan air baku PDAM, karena hingga kini hanya bergantung pada Sungai Musi,” kata mantan Ketua DPRD Palembang ini.

Harnojoyo, Walikota Palembang

Harnojoyo, Walikota Palembang

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang, Safri Nungcik mengatakan, pihaknya telah meneliti bahwa  kawasan yang akan dibangun waduk tersebut sangat refresentatif untuk mega proyek tersebut. Apalagi kawasan tersebut sudah mendukung untuk dibangun waduk karena lahannya masih luas.

“Desain waduknya sendiri tinggal tahap akhir dan sebentar lagi selesai. Sehingga awal 2016 sudah bisa menentukan titik-titiknya di Tanjung Barangan kemudian secepat mungkin akan mulai kita bangun pada Februari 2016,” kata Safri saat diwawancarai di rumah dinas Walikota, Senin (7/12/2015).

Ia melanjutkan, setelah lokasi sudah ditentukan maka akan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN)untuk proses ganti rugi lahan.  “Sembari menyelesaikan proses DED ini, Pemkot Palembang juga terus memberikan sosialisasi terhadap masyarakat khususnya warga sekitar yang akan dibangun waduk,” ujarnya.

Ia menambahkan, mega proyek ini sudah mendapatkan lampu hijau dari Pemerintah Provinsi Sumsel untuk kemudian diusulkan ke pemerintah pusat mengingat Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Persoalannya bukan lagi apakah proyek ini disetujui atau tidak, tapi penyediaan lahannya. Jika lahan ada, maka dana tidak akan menjadi masalah karena pemerintah pusat akan membantu memberikan modal,” ujarnya.

Selain itu, untuk menggiring proyek ini terealisasi, Pemkot Palembang telah menuangkan rencana pembangunan waduk ini dalam Kebijakan dan strategi pengembangan sistem penyediaan air minum (jakstrada). Dalam Jakstrada yang sudah diperkuat dalam Perwali Nomor 8 tahun 2015 ini dinyatakan bahwa seluruh masyarakat harus mengakses air minum pada 2023.  “Perencanaan sudah disusun sedemikian matang, pemerintah sangat mengharapkan peran berbagai pihak dari masyarakat hingga kalangan swasta agar proyek ini terealisasi,” tuturnya.

TEKS : IMAMAH AL-GHANIY

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *