Urung Nikah, Bujangan Spesialis Pembobol Rumah Dibekuk Polisi di Empat Lawang

EMPAT LAWANG, KS

Niat ingin menikah dibenak Jaya Kusuma (22) terpaksa diurungkan, kini bujangan warga Kelurahan Tanjung Makmur ini harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Empat Lawang.

Spesialis pembobol rumah di wilayah hukum Tebing Tinggi dan sekitarnya ini, dibekuk bersama rekannya, Dodi Irawan (33) warga Lorong Sawah Kelurahan Jayaloka Kecamatan Tebing Tinggi. Kedua pelaku pembobol rumah warga ini dibekuk dilokasi berbeda, Sabtu (5/12/2015). Berikut barang bukti dua buah kompor gas, dua buah tabung gas, kipas angin, TV 14 inc, stafol, sepatu serta kunci liter T, dan kawat halus serta jepit rambut yang digunakan tersangka membobol kunci rumah.

Dua spesialis pembobol rumah diamankan di Mapolres Empat Lawang. (Foto.Dok.KS/SAUKANI)

Dua spesialis pembobol rumah diamankan di Mapolres Empat Lawang. (Foto.Dok.KS/SAUKANI)

Dari pengakuan Jaya, ia rencana akan menikah Desember ini, Diceritakanya, bahwa calon istrinya hanya bisa menangis menahan sendih, saat mengetahui ia kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dimata hukum. Ia pun mengaku membobol rumah lantaran untuk menghidupi adik-adiknya yang masih sekolah. “Dua kali kami maling di Tanjung Beringin pak, samo Dodi yang ngangkat barang dan menjualnya,” ungkap Jaya.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka melalui Kasat Reskrim, AKP Nanang Supriatna mengatakan, aktifitas para pelaku ini memang sudah meresahkan warga mengingat seringnya kehingan barang-barang dirumah. Selain itu juga, kedua pelaku ini berhasil memboboli rumah anggota Polisi. Nah dari laporan itu dan juga mendapat informasi dari masyarakat. Sehingga pihaknya berhasil melacak indentitas para pelaku.

MALING-300x150“Keduanya ini memang spesialis bobol rumah, dikarenakan kegiatan mereka itu sangat bagus dan juga tidak merusak gembok rumah, “ujarnya, Senin, (7/12/2015). Nanang menjelaskan, dari hasil pengembangan kasus tersebut pihaknya berhasil menggungkapkan Empat kasus. Selain itu juga barang-barang hasil curian mereka berhasil kita dapatkan walaupun sudah dijual. “BB sudah kita amankan,”ujarnya.

Dikatakan Nanang, kedua pelaku itu mempunyai tugas masing-masing, kalau Jaya itu sebagai eksekutor mengambar target rumah yang bakal dimaling. Sedangkan Dodi itu sebagai spesialis membuka kunci. “Kegiatan mereka ini sangat rapih, bahkan gembok yang dibukanyapun tidak rusak dan bisa dipergunakan lagi. Karena mereka menggunakan jepit rambut sebagai pembuka gembok atau kunci rumah,” bebernya.

Barang bukti, imbuh Nanang, didapatkan sudah ditangan orang lain atau sudah dijual pelaku, namun pintar mereka ketika menjual barang hasil curian itu melalui pihak ketiga atau orang lain, bukan mereka langsung menjualnya ke pembeli.

TEKS / FOTO : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *