Penderita HIV/AIDS Jangan Dijauhi, Bantu Secara Moral, Remaja SMAN 1 LAKI dan SMA BA Gelar Aksi Peduli ‎

TANJUNG ENIM, KS

Suci Elvia Azahra (16) Siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Lawang Kidul (LAKI) tak mau menjadi kelompok yang membenci korban HIV-AIDS. Bahkan, menurut Suci, orang yang terkena penyakit ini seharusnya tidak dijauhi justeru harus mendapat dukungan moral.

“Benar, kak, dengan memperingati hari AIDS seperti ini, untuk menyadarkan kita, kalau ada orang yang kena penyakit ini jangan dijauhi. Kalau bisa kita dukung secara moral. Intinya jangan dijauhi tapi kita bantu dia biar tidak makin terpuruk karena dia terkena penyakit AIDS HIV,” ujarnya dengan dialeg daerah Tanjung Enim yang kental.

Tampak Siswa SMA Negeri 1 Lawang Kidul berpose bersama usai membagikan pita merah di bundaran Monpera kota Tanjung Enim, Selasa (1/12/15).‎

Tampak Siswa SMA Negeri 1 Lawang Kidul berpose bersama usai membagikan pita merah di bundaran Monpera kota Tanjung Enim, Selasa (1/12/15).‎

Pernyataan Suci itu sehubungan dengan Peringatan Hari AIDS se-dunia di Bundaran Monpera Tanjung Enim, Selasa (1/12/15) sore. Pada kesempatan itu siswa/i yang tergabung dalam Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R) SMA Negeri 1 Lawang Kidul membagikan 2000 pita merah lambang AIDS kepada masyarakat dan pengguna jalan yang tengah melintas.

Mereka juga membentangkan spanduk yang bertuliskan “Say No To Drugs Free Sexy HiV/Aids PIK R SMA Negeri 1 Lawang Kidul SKET. Demikian juga SMA Bukit Asam melakukan hal serupa. Aksi turun kejalan tersebut juga mendapat dukungan dari Kepolisian dari Polsek Lawang Kidul yang mengawal kegiatan tersebut hingga acara selesai.

Ketika dimintai komentarnya terkait kegiatan aksi peduli AIDS ini, Suci mengatakan dirinya sangat senang bisa ikut bergabung dalam kegatan tersebut. “Sebab hal ini sebagai bentuk partisipasi sosial kita kepada masyarakat.

Kegiatan seperti ini sangat positif dampaknya, terlebih dengan memperingati hari AIDS ini paling tidak kita sudah melakukan dukungan moral terhadap penderita HIV/AIDS,” ujarnya.

Dari acara itu, Suci mengaku banyak hal yang dia dapatkan. Diantaranya, mengetahui lebih januh tentang HIV/AIDS. “Dari kegiatan ini kta tahu tentang penularan virus ini, kemudian bagaimana sampai penyakit menular, dari benda-benda apa penyakit ini bisa menular, kemudian ciri-ciri dari si penderita itu bagaimana. Jadi kita banyak tahu dan menambah wawasan kita,” ujarnya.

Sedangkan, Agung Septia Hidayatullah (17) Siswi kelas 12 IPS ini mengatakan, kegiatan seperti ini memang harus mendapat dukungan. Sebab seorang penderita HIV/AIDS tidak harus di jauhi, namun dirangkul, karena mereka sangat perlu pertolongan bantuan dari kita.

“Ya mereka itu kan berfikir, bukannya saya pengindap HIV jadi harus saya dijauhi. Saya pengindap HIV harus di bantu agar saya dalam menghadapi hidup ini lebih baik lagi, seperti itu,” jelasnya dengan nada semangat.

Menurut Agung sisi positif kegiatan ini, membangkitkan kepedulian antar sesama. “Melalui kegiatan ini, kita bisa lebih menghargai terhadap orang yang menderita HIV/AIDS. Kita harus membantu mereka dengan memberikan semangat dan motivasi kepada mereka agar lebih baik lagi dalam hidup mereka,” tegasnya.

Sediketahui, setiap tanggal 1 Desember selalu diperingati hari AIDS se-dunia atau World AIDS day. Hal itu dilakukan agar setiap orang bisa menyadari akan dampak dan bahayanya wabah penyakit HIV/AIDS.

Zulkifli S.Pd Pembina PI R SMA Negeri 1 Lawang Kidul di temui Reporter RGBA FM di sela kegiatan menjelaskan, dilakukannya kegiatan seperti ini yaitu tujuannya untuk ikut peduli hari AIDS sedunia yang di peringati setiap 1 Desember.

Tanda kepedulian tersebut, kata Zulkifli di lakukan dengan cara membagikan pita merah. Aksi turun kejalan tersebut juga mendapat dukungan dari Kepolisian dari Polsek Lawang Kidul yang mengawal kegiatan tersebut hingga acara selesai.

“Yang alhamdulillah kegiatan seperti ini sudah dua kali kami lakukan setelah pada tahun kemarin. Adapun tujuan maksud membagikan pita merah ini kepada masyarakat, yakni kami ingin menginspirasi warga kota Tanjung Enim untuk lebih peduli tentang bahaya virus AIDS,” ujarnya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *