Pelajar dan Mahasiswa Sumsel Banyak Tak Kenal Pejuang Lokal

PALEMBANG, KS

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Selatan, Drs Widodo, M.Pd, saat mengatakan warga di Sumatera Selatan khususnya, pelajar dan mahasiswa tidak banyak mengenali pejuang lokal. Oleh sebab itu upaya pendokumentasian sejarah para pejuang di Sumsel menjadi hal yang penting.

Hal itu dikatakan Widodo, dalam Focus Group Discussion (FGD) di Aula Handayani Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Sabtu (28/11/2015), yang mengusung draf buku Biografi Noerdin Pandji, ayah dari Gubernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin.

Lebih lanjut, Widodo mengatakan, sebagai lembaga yang konsen dalam pendidikan Diknas Sumsel untuk kali itu Bulan Desember akan melounching Buku Biografi sosok pejuang asal Sumal, Noerdin Pandji.

“Kita akan segera menerbitkan buku biografi tokoh pejuang Sumsel. Pertama kali kita akan menerbitkan buku biografi Mayor Noerdin Pandji. Buku ini ditulis oleh tim yang dipimpin Prof Alfitri dari Universitas Sriwijaya. Ini wujud kepdulain kita, terhadap upaya pendokumentasian tokoh d Sumsel. Kita sangat perihatin, karena banyak pelajar dan mahasiswa tidak mengenali pejuang lokal,” katanya.

Widodo menjelaskan penulisan naskah buku Mayor Noerdin Pandji, sebelum naik untuk dicetak kita lakukan dulu Focus Group Discussion (FGD). “Kita berharap dari FGD banyak menghasilkan masukan dan koreksi dari para peserta khususnya para guru sejarah dan pengamat sejarah yang hadir. Sebab kita menginginkan agar buku tersebut bisa menjadi bagian dari muatan lokal,” terangnya.

Widodo menambahkan, pengungkapan sejarah pejuang Sumsel tidak akan berhenti pada alm Noerdin Pandji saja. Dia berjanji akan mengangkat biografi para tokoh pejuang Sumsel lainnya.

“Tujuan mengangkat sejarah tokoh pejuang Sumsel ini, untuk menginspirasi anak-anak muda saat ini untuk mempelajari dan mengetahui perjuangan pejuang terdahulu,” tegasnya.

Sementara, Mukti Sulaiman, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel yang mewakili Gubernru Sumsel, Alek Noerdin mengatakan, masih banyak warga Sumatera Selatan yang belum mengetahui secara lengkap tentang sejarah pejuang lokal.

“Minimnya informasi dan dokumentasi salah satu penyebabnya padahal di daerah kita banyak pejuang lokal yang ikut berjuan mengangkat senjata,” ujarnya.

Mukti menambahkan, walau saat ini ini nama-nama para pejuang banyak yang menjadi nama jalan, namun tetap saja banyak warga yang tidak mengenal perjuangannya.  “Siapa yang tahu sejarah perjuangan Kapten A Rivai atau Kolonel Burlian? Bahkan untuk nama Kolonel Burlian banyak yang salah menulis namanya. Ditulis Kolonel Barlian,” tegasnya.

Saat mengakhiri pidatonya mukti mengatakan, Sumsel memiliki tokoh pejuang, namanya Mayor Noerdin Pandji. Pada zamannya ayah Gubernur Sumsel H Alex Noerdin ini merupakan tokoh yang ikut berjuang merebut kemerdekaan di Sumsel,” terang Mukti.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang menyempatkan hadir pada acara FGD di sela kesibukannya memantau pilkada serentak di Sumsel mengatakan, almarhum H Noerdin Pandji merupakan sosok seorang pejuang sejati. “Terkhusus di mata, kami anak-anaknya. Saya bangga memiliki ayah seperti beliau. Semoga saya juga bisa membuat anak saya bangga dengan sosok  ayah seperti saya,” terangnya dengan nada serak.

Di akhir pidatonya yang singkat Alek meminta kepada penulis agar buku biografi Mayor Noerdin Pandji di tulis sesuai fakta sebenarnya. “Jangan ditimbah-tambahi, tetapi juga jangan di kurang-kurangkan, tulis sesuai fakta,” tegasnya.

TEKS / FOTO : SN. KUSHARDIAN

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *