Gara-Gara Dreinase Buruk, Pagaralam Jadi Langganan Banjir

PAGARALAM, KS

Memasuki musim hujan, kondisi drainase di beberapa ruas jalan di Bumi Besemah ini begitu memprihatinkan. Bagaimana tidak, tiap kali turun hujan dengan intensitas sedang saja sudah menyebabkan banjir. Hal ini terjadi karena, akibat buruknya  sistem drainase di kota ini.

Misalnya kerusakan jalan akibat kerap terendam air hujan, seperti di kawasan Pagaralam Utara, tepatnya di sepanjang jalan Pematang Bangau hingga Tanjung Aro menjadi langganan banjir.

Kemudian di Dusun Pagar Jaya, Talang Jawa, Indragiri hingga Simpang Tebat Baru Ilir Kecamatan Pagaralam Selatan  di kawasan Pagaralam Selatan  terdapat puluhan titik bahu jalan mulai mengalami kerusakan akibat terendam banjir.

“Banjir sering terjadi ketika intensitas curah hujan semakin bertambah. Bila hal itu  dibiarkan, maka banjir semakin berkembang hingga sudut kota dan merusak ruas jalan yang ada,” kata Lekat (48) warga Pagar Jaya, Kecamatan Pagaralam Selatan, Senin (1/12/2015).

Menurutnya, puluhan ruas jalan banyak berlobang akibat tergerus arus air sungai yang meluap akibat saluran dreinasi banyak tersumbat sampah di saat turun hujan.

“Saat ini ruas jalan Pematang Bangau Kecamatan Pagaralam Utara banyak mengalami kerusakan akibat kerap terendam banjir. Kemudian Talang Jawa, Indragiri hingga Tebat Baru Kecamatan Pagaralam Selatan, banyak terdapat tumpukan sampah usai turun hujan,” jelasnya.

Senada dikemukakan Eko Wahyudi warga lainnya, kerusakan jalan mulai bertambah akibat tergerus air hujan. Namun hingga kini pihak terkait tampaknya belum ada upaya perbaikan terhadap sejumlah dreinase yang ada.

“Ya, kami sudah tidak heran lagi ketika usai  turun hujan.  Volume air  meluap hingga merendam ruas jalan yang ada,” katanya seraya berujar diminta agar pihak terkait dapat segera melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang ada.

Ditambahkan Amancik, salah seorang petani yang berladang di kawasan Tanjung Aro, menjadi langganan banjir. Ia mengatakan, bila jaringan drainase tidak segera diperbaiki, tidak menutup kemungkinan puluhan hektare sawah dikawasan itu jadi langganan banjir.

“Setiap  turun hujan, kawasan Tanjung Aro maupun Pematang Bangau biasa kena banjir akibat jaringan drainase yang buruk. Bila pemerintah tidak tanggap dengan hal ini, bisa saja daerah ini menjadi kawasan langganan banjir,” ujarnya setengah mengeluh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pagaralam Haryadi Rozak mengatakan, pihaknya tengah berupaya mendata sejumlah dreinase yang tidak berfungsi dengan baik. “Pihaknya  akan kordinasi dengan Dinas Kebersihan setempat terkait banyaknya sampah yang menyumbat disejumlah dreinase yanga ada,” ujarnya.

TEKS : ANTONI STEFEN

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *