Ada Unsur Seksual, Buku Kelas V SD Dicabut, Katanya Lalai Tapi Berjalan 4 Tahun

LAHAT, KS

Lalai, tapi sudah 4 tahun beredar.  Begitulah kasus yang menimpa buku Olah Raga dan Pendidikan Kesehatan Jasmani untuk Klas V SD, di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Kabid Diksar Lahat, Endang,S.Pd

Kabid Diksar Lahat, Endang,S.Pd

Sejak tahun 2011, sedikitnya 2000 eks buku itu sudah disebarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional melalui Dinas Pendidikan Nasional ke setiap SD kelas V se-Kabupaten Lahat.

Selama kurang lebih 4 (empat) tahun, buku tersebut beredar dan dipinjamkan kepada siswa. Setelah diteliti secara seksama, dalam buku tersebut membahas tentang nama-nama alat reproduski laki-laki dan perempuan. Bahkan dalam tugas yang diberikan kepada murid, ada soal tentang ciri-ciri pubertas. “Ayah, apa cir-ciri pubertas laki-laki dan perempuan?” ujar Annisa, salah murid SD pada ayahnya di suatu malam.

Hal lain yang juga ditanyakan Annnisa, tentang “mimpi basah” bagi anak laki-laki yang mulai beranjak dewasa. Kontan saja, sang ayah agak kikuk menjelaskan. Tapi secara perlahan, mau tidak mau sang ayah harus menjelaskan dengan bahasa anak SD, menyesuaian kehendak buku tersebut

347859_tulisan-pelacur-masuk-dalam-buku-pelajaran-anak-sd_663_382Kepala Dinas Pendidikan Melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Endang.S.Pd mengatakan, hal ini sebuah kelalaian guru olahraga. Mengapa mereka sebelum meminjamkan buku tersebut, sama sekali belum dibaca. Akibatnya selama ini pihaknya tidak mengetahui kalau ada unsur sexual pada buku tersebut. “Mestinya sebelumnya harus dibaca dulu. Semua SD di Kabupaten Lahat sudah beredar buku tersebut,” ujar Endang.

Buku LKS SD Penjaskesa Kelas 5 Unsur Pelecehan SeksualDibeberkannya juga, hanya satu sekolah yang membaca buku tersebut selama 4 tahun terakhir ini, yakni SD 16 Lahat. Sekolah melapor ke dinas pendidikan sehingga pihaknya mengambil keputusan mencabut buku tersebut dari semua siswa yang minjam dan menyimpankannya di setiap sekolah masing-masing.

“Menurut Dewan Pendidikan (DP) buku teersebut tidak layak diajarkan. Kit tinggal menunggu keputusan dari MUI layak atau tidak, jika tidak maka buku tersebut akan kita pulangkan ke Kementrian,” bebernya.

TEKS l JUMRA ZEFRI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *