Kampanye Hitam Bentuk Kepanikan Paslon. Dhaby : Panwas Harus Pro Aktif

MUARATARA, KS

Menjelang pencoblosan Pilkada 9 Desember suasana Pilkada suhu politik di Kabupaten Muratara kian memanas. Hingga kemarin banyak kampanye hitam yang cenderung memfitnah dan memojokkan pasangan calon (paslon) tertentu. Ironisnya diantara (paslon) memanfaatkan Media Sosial dan melalui sms.

Kampanye hitam yang cenderung memfitnah ini dirasakan Paslon nomor urut 1, Akis Ropi -Andi Wijaya. Kepada Kabar Sumatera (Jum’at 20/11) mengatakan, pasangan Akis-Andi begitu banyak di serang fitnah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, baik melalui media sosial atau sms.

Andi Wijaya Cawabub Paslon No Urut 1 berfose bersama tokoh agama setempat saat di temui Kabar Sumatera usai sholat jumat di salah satu masjid di daerah rupit Kab Muratara (Foto.Dok.KS/Sonny)

Andi Wijaya Cawabub Paslon No Urut 1 berfose bersama tokoh agama setempat saat di temui Kabar Sumatera usai sholat jumat di salah satu masjid di daerah rupit Kab Muratara (Foto.Dok.KS/Sonny)

Diantaranya di medsos banyak oknum timses dari paslon lain yang tidak jelas menyebar fitnah. “Saya disebut terlibat keributan dengan timses saya sendiri. Selain itu paslon  no urut satu akan melakukan serangan fajar. Itu semua tidak benar. Itu semua fitnah,dan hal seperti ini sangat tidak baik bagi tatanan demokrasi di Muratara,” jelas nya.

Andi mengakui, kampanye hitam tidak menggangu konsentrasi timnya dalam kampanye. Bahkan Andi menyebut, kampanye hitam akan menaikkan popularitasnya. “Kampanye hitam tidak mengganggu konsentrasi kami, justru semakin kami dihujat, semakin naik popularitasnya,” jelasnya.

Hal senada di ungkapkan Habibi Prakas salah seorang tokoh pemuda dari Pauh Kabupaten Muratara. Menurut Habibi, banyaknya kampanye hitam belakangan, sudah sangat meresakan masyarakat. Namun dirinya yakin masyarakat tidak akan mudah terprovokasi.

“Masyarakat Muratara sudah cerdas dan tidak akan mudah terpengaruh isu murahan seperti itu. Memang saya akui kita terkadang resah juga dengan banyaknya kampanye hitam yang menyerang paslon tertentu. Namun sejauh yang saya lihat selama ini masyarakat Muratara tidak banyak terpengaruh dan sangat tenang menghadapinya,” tukas Habibi.

Menanggapi hal ini, mantan praktisi politik di Sumsel, Dhabi K Gumayra mengatakan, kampanye hitam adalah salah satu tanda kepanikan pasangan calon tertentu. “Namun saya yakin rakyat sudah cerdas. Mereka tidak gampang dibodohi dengan kampanye hitam,” ujarnya.

Dhabi menegaskan melihat maraknya kampanye hitam, seharusnya Panitia Pengaras Pemilih (Panwaslih) hendaknya pro aktif dalam menindak lanjuti kampnye hitam. Panwaslih tidak bisa hanya menunggu laporan. “Jangan sampai menunggu ada gesekan di masyarakat baru bertindak, Panwas harus antisipatf,” tambahnya.

TEKS : SONNY KUSHARDIAN

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *