Ular Phython 8 Meter Ditemukan Warga Tanjung Agung, Kondisinya Banyak Luka Bakar

TANJUNG AGUNG, KS

Ita, salah satu warga Desa Indramayu, Kecamatan Tanjung  Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan benar-benar terkejut dan ketakutan. Betapa tidak? saat akan mengambil air di sungai kecil dekat kebun kopi miliknya, ibu rumah tangga ini justeru menemukan seekor Ular Phython yang selama ini hanya dilihat di layat televisi, Sabtu (14/11/2015).  Diketahui, ular ini ini panjangnya 9 meter dengan berat sekitar 80 kg ditemukan.

Namun Ita tidak menceritakan asal ular itu. Sebab menurut Ita, saat dirinya tengah berada di kebun kopi tak jauh dari tempat tinggal, ular itu sudah di dalam air tempat biasa Ita mengambil air untuk keperluan keseharian. “Waktu itu aku sedang membersihkan kebun kopi, ular itu tengah berendam di air sungai kecil. Saya melihat dan kemudian buru-buru kasih tahu kepada warga,” kata Ita saat dibincangi Hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM Senin, (16/11/2015).

“Ketika warga berdatangan ingin menangkap, ular itu masih berendam, kemudian oleh warga ditangkap tanpa mendapat perlawanan. Ular kemudian diamankan,” lanjutnya.

BACA ARTIKEL TERKAIT : PENGETAHUAN TENTANG ULAR

BACA ARTIKEL TERKAIT : ULAR PITON | Ular sanca kembang (Python reticulatus)

Karena dirinya ketakutan kemudian, ibu rumah tangga ini kemudian berlari melaporkan hal ini kepada warga lainnya dan ke pemerintah Desa. Warga pun mendadak heboh, kemudian beramai-ramai menangkap ular tersebut dan di bawa ke kantor desa.

Sementara itu, Kadul (35), didampingi Damal (30) warga yang saat itu menangkap ular tersebut mengatakan, saat ditangkap ular phyton itu tubuhnya dipenuhi luka bakar. Menurutnya, ular itu diduga sebelumnya terkena api akibat kebakaran dihutan saat musim kemarau. “Saat kami tangkap, ular phython itu sudah penuh luka bakar, lalu kami selamatkan di bawa ke kantor desa,” ujarnya.

Hal tersebut dibenarkan Miko, Kades Indramayu. Menurut Miko, saat ditemukan ular phython itu dalam keadaan luka-luka. Diduga mengalami luka bakar, karena terdapat bintik-bintik merah di kulit dan sebagian kulit terkelupas. Saat ini ular tersebut sudah dilepas kembali ke habitatnya di hutan desa Indramayu.

Spontan kabar ini kemudian menyebar. “Sempat menjadi tontonan warga dan ular kami selamatkan dan kita lepas lagi di hutan,” pungkasnya.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com