Tender PLN Tidak Pasti, Gubernur Sumsel Kecewa pada PT. PLN, Menteri ESDM : PLN Harus Mentransformasi Diri

TANJUNG AGUNG, KS

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin menyampaikan kritik terhadap kinerja PT PLN. Pasalnya menurut Alex, banyak proyek PLTU di Sumsel yang terhambat hanya gara-gara proses tendernya yang tidak ada kepastian.

Hal itu dikatakan Alex Noerdin saat menghadiri peletakan batu pertama (ground breaking) PLTU Banko Tengah 2 x 620 MW di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung, Sabtu (7/11/2015).

Lebih lanjut, Alex mengatakan, padahal sebanyak 48,35% cadangan batu bara di Indonesia ada di Sumatera Selatan, dan sebanyak 50% memiliki kalori rendah. Batu bara kalori rendah ini adalah bahan bakar untuk PLTU Mulut Tambang. “Tolong Pak Menteri sampaikan kepada direksi PLN, kami kecewa ada PLTU yang tendernya masih belum selesai. Serahkan kepada daerah, kami akan selesaikan,” tegas Alex.

“Sayang Pak Presiden tidak datang, kalau datang saya berniat akan menyampaikan unek-unek ini. Tapi nanti bila ada kesempatan lainnya tetap akan saya sampaikan. Saya mohon maaf kepada Pak Menteri, bila saya ngomongnya agak keras, tetapi ini demi kemajuan bersama, tidak hanya untuk Sumsel tapi untuk Nasional,” ujar Alex.

Menurut Alex, Sumatera Selatan sebagai lumbung energi sudah siap mendukung dan membantu pemerintah dalam hal ini PLN sebagai penyedia listrik negara untuk masyarakat. Namun kata dia, proses di lapangan ternyata sangat sulit, bahkan tidak masuk di akal. “Masa proses tendernya sudah lima tahun lebih masih juga tidak ada kejelasannya,” ujar Alex lagi.

Akibatnya lanjut Alex, beberapa proyek PLTU di Sumsel yakni PLTU Sumbagsel-1, Sumsel-1, Sumsel-6, Sumsel-7, Sumsel-9, dan Sumsel-10 masih bermasalah. Kemudian, dengan berlarut-larutnya proses tender ini tentu sangat merugikan Pemprov Sumsel yang juga merugikan Indonesia.

Bahkan pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada Presiden untuk memberikan kesempatan kepada Pemprov Sumsel untuk melakukan tendernya, jika pihak PLN tidak sanggup. “Alhamdulilah Presiden memberikan lampu hijau untuk masalah tersebut,” kata Alex.

Alex mencontohkan masalah PLTU Banjarsari, yang saat ini sudah siap untuk extension. Selanjutnya, lahan sudah siap, surat permohonan sudah siap dan dikirimkan ke PLN, namun sampai sekarang ini belum ada jawaban dari PLN.

Menurut Alex, tugas menyediakan listrik di masyarakat ini sebenarnya tugas dan tanggung jawab PLN, dan pemerintah daerah sifatnya hanya membantu. Dengan itu, Pemprov Sumsel sangat kecewa dengan PLN karena beberapa PLTU tidak selesai akibat tender yang lebih dari lima tahun. “Kalau masalah lahan biar pemerintah daerah yang menyelesaikan, makanya kita harus duduk bersama untuk mewujudkan PLTU yang belum selesai tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, pihaknya sangat senang dengan adanya keterusterangan (unek-unek) yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel. Menurutnya, ini bisa menjadi kritikan baik terhadap dirinya maupun PLN dan pihak terkait. Untuk bekerja lebih baik dan untuk tidak segan-segan melakukan musyawarah untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Sebab sepelik apapun permasalahan jika dihadapi bersama-sama tentu akan terasa mudah.

“Justru dengan sikap Pak Gubernur berterus terang seperti ini saya suka. Karena bila kita menyimpannya maka hanya bagusnya terus yang kita tahu, padahal justru ada kendala. Sayangnya direksi PLN tidak datang. Namun meski tidak datang, saya berjanji akan mengingatkan permasalahan ini,” janji Sudirman.

Ditambahkan, saat ini PT PLN sebagai BUMN masih menjadi dominan sebagai pemasok listrik di Indonesia. Namun pada lima tahun ke depan, separuh atau lebih yang memasok listrik adalah swasta. Ia mengimbau agar PLN harus merubah dan mentranformasi diri, jika tidak bisa kalah bersaing dengan perusahaan swasta.

“Saya janji akan mendatangkan Dirut PLN dan harus melihat langsung ke Sumsel. Masalah utama adalah transmisi, dan itu tentu harus ada turut campur dari pemda, karena tidak mungkin hanya PLN,” ujarnya.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com