Listrik PLN Mati, Pelayanan Publik Terganggu, Untung Ada Gengset

TANJUNG ENIM, KS

Seringnya terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba di Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim sejak beberapa bulan ini, berakibat pelayanan publik di kantor pemerintahan itu terganggu. Pemadaman listrik tanpa adanya pemberitahuan maupun sosialisasi itu tentu sangat mengganggu aktivitas di dua kantor Kecamatan tersebut. Seperti halnya kondisi mati lampu yang terpantau reporter RGBA FM, pada hari Senin (2/11/2015) secara bersamaan.

“Mati lampu seperti ini, Jelas dapat menggangu aktivitas dan pelayanan di kantor kecamatan ini, Karena saat ini semua peralatan penunjang kerja serba elektronik, seperti halnya komputer,print, alat rekam KTP dan lain sebagainnya. Untuk mengatasi hal itu, untung kami punya mesin jenset namun pakai bensin,” ungkap Drs Kodrian, Sekretari Camat (Sekcam) Tanjung Agung kepada hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM.

Masih menurutnya, pemadaman listrik itu terjadi tiba-tiba pada saat petugas kecamatan sedang melayani keperluan masyarakat. Seperti keperluan E-KTP, dan pembuatan KK, dan kependudukan lainnya. Pemadaman yang terjadi pada hari senin ini juga tanpa ada pemberitahuan dari pihak PLN secara tertulis, maupun lisan. Hal inilah yang sangat disayangkan, dan tentu pemadaman listrik ini tetap merugikan.

“Kasihan sama masyarakat karena butuh pelayanan. Untungnya kita sudah siapkan mesin jenset, tetapi masih kita harus membeli BBM untuk menghidupkan jenset ini, supaya komputer tetap bisa untuk bekerja. Karena kami tidak bisa kerja tanpa menggunakan komputer,”ujarnya.

Sementara itu, padamnya aliran listrik di Kecamatan Tanjung Agung senin pagi , juga dirasakan di kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Enim, hingga mengganggu pelayanan publik di Kantor Kecamatan Lawang Kidul . Akibatnya, beberapa petugas di kantor tersebut tidak dapat bekerja maksimal akibat perangkat komputer untuk bekerja itu mati secara tiba-tiba.

“Memang sering nian mati lampu, kabarnya sekarang ini lagi krisis listrik jadi harus dilakukan pemadaman listrik secara bergilir. Ini tidak hanya terjadi di sini saja, tetapi juga didaerah lain. Namun kalau bisa jangan lama-lama mati lampunya ,”harap H Safranudin BBA, Sekretaris Camat Lawang Kidul kepada RGBA FM, Senin (2/11/2015),ketika di jumpai di kantornya.

Meski begitu, pelayanan di kantor pemerintahan itu tetap berjalan dengan ditopang bantuan mesin jenset. Dan beberapa sarana yangmenggunakan daya listrik juga terpaksa dimatikan untuk memaksimalkan pelayanan masyarakat.

“Terpaksa hanya komputer untuk pelayanan saja yang kita hidupkan, Ac, lampu, kipas angin kita matikan sementara,”ungkapnya.

Sedangkan, Deden Pujangga (25), warga desa Keban Agung di temui di sela aktivitas nya sebagai panitia pembangunan masjid setempat mengeluhkan seringnya terjadi pemadaman listrik.

“Ngapolah kak yo lampu PLN ini mati terus saban hari, dak akap pagi,siang,petang ataupun malam, kesel jugo laju, hari lah panas tambah panas karena dak pacak ngidupke kipas angin,”keluh Deden sambil bertanya kepada reporter RGBA FM.

Ia juga berharap kepada pihak management PLN agar sebelum melakukan pemadaman supaya di beritahukan terlebih dahulu melalui media agar bisa mengantisipasi sebelum terjadinya pemadaman.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *