Debit Air Sungai Enim Surut, Sampah Menumpuk, Camat Lawang Kidul : Warga Jangan Lagi Buang Sampah di Sungai

TANJUNG ENIM, KS

Usai jam kerja kantor, Camat Lawang Kidul, Drs Asarli Manudin M.Si bersama jajaran dan Komunitas Pecinta Sungai Enim menyempatkan melakukan pemantauan langsung kondisi air Sungai Enim. Hal itu dilakukan sejak Senin kemarin hingga petang hari ini, Selasa (27/10/2015).

Rombongan menggunakan 3 perahu milik warga menyusuri sungai dari Lingkungan Karang Asam, Kelurahan Tanjung Enim Selatan, hingga melintasi Kelurahan Pasar Tanjung Enim dan berakhir di Desa Lingga.

Camat Lawang Kidul Drs.Asarli Manuddin M.SI saat menyusuri sungai Enim dari atas perahu bersama jajarannya. (Foto.Dok.KS/Aldo)

Camat Lawang Kidul Drs.Asarli Manuddin M.SI saat menyusuri sungai Enim dari atas perahu bersama jajarannya. (Foto.Dok.KS/Aldo)

Dalam perjalanan itu juga camat dan rombongan sekaligus sosialisasi kepada warga di sepanjang bantaran sungai untuk tidak membuang sampah di Sungai Enim. “Petang ini kita turun langsung ke sungai melihat kondisi debit air Sungai Enim dan mellihat sampah-sampah yang dibuang warga. Nanti akan kita laporkan ke petugas kebersihan untuk diangkut,” ungkap Asarli kepada Hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM.

Lebih lanjut kata Asarli, sangat banyak warga ataupun dari komunitas yang melapor ke kantor camat. Mereka melaporkan banyak sampah menumpuk di Sungai Enim. Sebenarnya belum diketahui siapa yang membuang sampah-sampah ini, namun dugaan sementara dari oknum warga yang tak bertanggung jawab dan tidak peduli kesehatan lingkungan di sekitar.

“Makanya hari ini kita cek sampah-sampah itu dan sekaligus kita sosialisasi kepada warga yang sedang berada di sungai untuk tidak membuang sampah di aliran Sungai Enim. Hal ini juga sudah kita sampaikan kepada lurah dan kades pada saat apel setiap Senin pagi,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, debit air Sungai Enim sekarang ini sudah mulai surut. Hal ini dikarenakan sedang memasuki musim kemarau pajang. Akibatnya banyak sumur warga mulai kering dan mereka melakukan aktivitas mandi dan mencuci di sungai. “Oleh karena itu, saya mengajak semua warga untuk menjaga kebersihan sungai ini. Supaya saudara kita dapat aman memakai air sungai Enim ini,” tambahnya.

Sementara itu, Novita Widyawati, didampingi Kabulian dari Komunitas Pecinta Alam Lawang Kidul dan Tanjung Agung (Formapalakita) melihat sangat miris kondisi air sungai Enim yang membentang mulai dari Kecamatan Tanjung Agung dan Lawang Kidul saat ini.

Menurutnya, Kondisinya saat ini banyak sampah yang menumpuk dan dibiarkan begitu saja. Selain itu Sungai Enim ini juga dibuat untuk membuang limbah industri dan dari sampah rumah tangga.

“Sangat miris melihat keadaan sungai  banyak sampah seperti ini. Sungai Enim ini masih digunakan warga untuk keperluan mandi dan mencuci, terutama pada musim kemarau ini, banyak sekali warga yang bergantung dengan air sungai,”kata Novita di sela kegiatan membersihkan sampah di sungai Enim.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *