Sedekah Desa ala Keban Agung, Redam Potensi Konflik Antar Warga

TANJUNG ENIM, KS

Pekan silam, Kamis (22/10/2015) Lapangan Sepak Bola di Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim dipenuhi warga. Bahkan sejumlah pejabat juga hadir dalam acara tersebut.

Tampak Wakil Bupati Muara Enim H Nurul Aman SH mewakili Bupati yang berhalangan hadir. Hadir juga, anggota DPRD dari Dapil V, Tripika, jajaran pemerintah desa, UPTD setingkat Kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kepemudaan. M Dinal (Imam Dusun) dan M Harun Mahudin Spdi (Pemangku Adat).

Acara yang kemudian mereka sebut sebagai Sedekah Desa ini ditujukan untuk mempererat tali silahturahmi antara masyarakat dan wujud rasa syukur. Khairudin SH, ketua Panitia Pelaksana mengungkapkan, acara yang mengambil tema “Melalui Sedekah Desa Keban Agung, kita pertahankan nilai-nilai luhur adat istiadat dalam menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan menuju Kabupaten Muara Enim Sehat, Mandiri, Agamis, dan Sejahtera (SMAS)”, ini digelar untuk mempererat tali silahturahmi dan juga melestarikan adat istiadat yang sudah sangat lama tertanam.

Anggota Karang Taruna desa tengah menyuguhkan Teater kisah asal usul Desa Keban Agung di hadapan tamu undangan

Anggota Karang Taruna desa tengah menyuguhkan Teater kisah asal usul Desa Keban Agung di hadapan tamu undangan

“Berangkatnya adanya kegiatan sedekah desa ini adalah sebagaimana yang dilakukan para leluhur kami dahulu. Seperti apa yang perlu dilakukan jika ada permasalahan di desa, ataupun untuk menyelesaikan perselisihan desa, maka diadakan sedekah desa, atau rembuk desa. Sekarang ini oleh penerusnya digelar setiap 5 tahun sekali,”ungkap Khairudin dalam laporannya.

Menurutnya, sebagai bangsa yang besar maka warga harus bisa menghargai sejarah dan budaya leluhur Desa Keban Agung ini. Kemudian sebagai generasi penerus, atau generasi muda di Desa Keban Agung wajib untuk melestarikan budaya leluhurnya ini. Untuk melaksanakan kegiatan sedekah desa ini, panitia dibantu Pemkab Muara Enim, pemerintah desa dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung.

“Jadi total bantuan dana yang terkumpul dari hasil donatur-donatur dari perusahaan dan donatur lainnya sebesar Rp 99.184.000,-. Kami ucapakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ungkapnya.

Kepala Desa Keban Agung, Junadi HS. SH, mengucapkan terima kasih atas kehadiran dari keturunan desa yang ada hubungan Puyang dengan desa Keban Agung ini. Adapun diantaranya yaitu Pulau Panggung Enim, Desa Lebak Budi dan Desa Lambur, Kecamatan Tanjung Agung, serta Desa Dusun Dalam, Kecamatan Belimbing.

“Dan kebetulan pada hari ini semua hadir. Biasanya, kalau tidak hadir itu pasti ada masalah. Ya maksudnya tentu agar antara keturunan puyang, hubungan silahturahminya tetap terjaga dan tidak akan  terputus sampai kapanpun”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Muara Enim, H Nurul Aman SH menyampaikan apresiasinya kepada tokoh masyarakat, kepala desa dan seluruh warga Desa Keban Agung yang tidak lupa terhadap leluhur atau pendiri desa dan berharap Desa Keban Agung kedepan akan semakin jaya dan maju, bisa sejajar dengan desa-desa lainnya yang telah maju.

“Men dak katek leluhur ini, dak kan jadi desa Keban Agung nih. Sejarah desa Keban Agung ini kalo tadi kita dengarkan sama-sama adalah perkumpulan orang-orang besar. Nah jadi kalo besar itu artinya luas. Kalo besar badan termasuk saya besar badan nya,” ujar Nurul Aman sembari berkelakar, hingga membuat tertawa para tamu undangan yang hadir.

IMG_20151022_105603Pada kesempatan itu, Nurul Aman atas nama Pemerintah Kabupaten Enim ikut mendoakan semoga leluhur pendiri desa ini, di tempatkan yang Mulya di sisi Allah SWT, diampuni semua kesalahan dan dosanya, mudah-mudahan masyarakatnya selalu sehat wal’afiat, di jauhkan dari balak mala petaka yang mengancam masyarakat Desa Keban Agung.

Nurul Aman juga mengatakan, Dalam peringatan sedekah desa ini kembali kita bisa melihat secara langsung dan mendengar sejarah berdirinya desa Keban Agung, Seperti apa yang tadi telah di sampaikan oleh ketua pemangku adat desa.

Nurul juga menegaskan, nilai-nilai adat istiadat yang bagus selama ini, seperti adat istiadat perkawinan, adat kegotong royong dan adat kematian, jangan sampai pudar di tengah kondisi zaman saat ini yang serba maju, seperti apa yang ada pada tema sedekah desa ini. Karena lanjut dia, sudah menjadi tradisi atau adat istiadat harus dijaga dan dilestarikan, jangan sampai pudar atau terkikis di telan kemajuan zaman.

Di akhir sambutannya Nurul Aman berharap kepada kades beserta perangkat desa dan masyarakat desa Keban Agung, untuk mengevaluasi, untuk kemajuan desa ini.  “Apa yang telah diperbuat, apa yang sedang di perbuat, dan apa yang akan di perbuat sudah banyak kemajuan dan pembangunan. Insya Allah bila kita bersatu dan kompak, Muara Enim tetap maju dan tetap jaya dimasa yang akan datang,”ujar Nurul Aman saat  memberikan arahannya kepada panitia.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *