Kabut Asap Tak Boleh Dianggap Biasa, Debu Kendaraan Tambang Juga Berbahaya

TANJUNG ENIM, KS

Titi Dewi, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia cabang Muaraenim Sumatera Selatan mengatakan kabut asap tidak boleh dianggap biasa, meskipun di Tanjung Enim belum dikategorikan berat, dibandingkan asap di Palembang.

“Tetapi sekarang kita harus melakukan antisipasi, tentu dampaknya ISPA akan terganggu. Bukan asap saja yang perlu diwaspadai, tetapi debu kendaraan tambang. Sebaiknya anak-anak kalau pulang sekolah langsung di rumah saja, kurangi kegiatan di luar,” kata Titi dalam menyahuti  aksi peduli terhadap bahaya asap oleh Komunitas Tanjung Enim’s Social Community (TSC). Komunitas ini juga membagikan 5000 masker kepada siswa SD yang ada di Kecamatan Lawang Kidul.

Acara pembagian masker oleh Tanjung Enim's Social Community  secara simbolis di lakukan di halaman komplek SD Negeri 1,3 dan 6 di Jalan Lingga Raya, Tanjung Enim, Kamis (22/10/2015) pagi.

Acara pembagian masker oleh Tanjung Enim’s Social Community secara simbolis di lakukan di halaman komplek SD Negeri 1,3 dan 6 di Jalan Lingga Raya, Tanjung Enim, Kamis (22/10/2015) pagi.

Lebih lanjut, Titi menjelaskan, untuk pemakaian masker jenis Disposibel, atau yang biasa ditemui berwarna hijau dan putih, kata dia masker tersebut sebenarnya ditujukan penggunaannya untuk di rumah sakit. Sehingga masker itu berbeda cara penggunaannya ketika dipakai untuk di luar ruangan.

“Yang dibenarkan itu, masker tersebut satu kali pakai langsung dibuang. Terus pemakaiannya yang hijau itu didalam dan yang putihnya di luar. Kalau yang putihnya di dalam, malah partikel debunya menumpuk. Dan juga sebaiknya kita harus perbanyak minum air putih untuk menjaga daya tahan tubuh kita,” tegasnya.

Titi juga mengatakan, asap akibat kebakaran telah menciptakan polusi udara yang berdampak tidak sehat bagi warga. Menurutnya hal ini tidak bisa didiamkan oleh masyarakat. Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengantisipasi dampak buruknya bagi kesehatan warga.

Aksi peduli oleh Komunitas Tanjung Enim’s Social Community (TSC) membagikan 5000 masker kepada siswa SD yang ada di Kecamatan Lawang Kidul. Secara simbolis pembagian masker tersebut di pusatkan di lapangan Komplek SD Negeri 1,3 dan 6, yang berlokasi di Jalan Lingga Raya Tanjung Enim, pekan silam, Kamis (22/10/2015). Selanjutnya masker dibagikan ke sekolah-sekolah di wilayah itu.

“Secara simbolis kita bagikan masker kepada siswa di SD Negeri di Komplek ini yang memang ada 3 sekolahan sekaligus. Kita juga terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk membagikan sebanyak 5000 masker,” ungkap Nasrulloh Ketua panitia  didampingi Deni Sahuleka Wakil Ketua TSC kepada Hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM di jumpai di sela-sela kegiatannya.

Dikatakan Nasrulloh, pembagian masker gratis ini merupakan bentuk kepedulian dari komunitasnya kepada masyarakat di Kecamatan Lawang Kidul, terutama siswa SD. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, dan untuk mendekatkan diri Tanjung Enim’s Social Community kepada masyarakat Kota Tanjung Enim.

“Kegiatan ini kita latar belakangi dari kepedulian kami, terhadap dampak dari kondisi alam saat ini, yakni kemarau panjang. Menyebabkan banyaknya asap kebakaran dan polusi udara. Sehingga kita antisipasi dampaknya bagi kesehatan,” kata Nasrulloh.

Selain pembagian masker, lanjut Nasrulloh, juga memberikan sosialisasi kepada para siswa SD tentang bagaimana cara memakai masker yang benar untuk dipakai ke luar ruangan.

Menurutnya, karena selama ini sebagian masyarakat mungkin masih ada yang belum mengerti tetang hal itu. Nah, untuk memberikan sosialisasi ini, pihaknya bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kabupaten Muara Enim.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM 
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com