Tahapan Pengosongan Warga Bukit Munggu dan Bedeng Kresek PTBA Turunkan Tim

TANJUNG ENIM, KS

Usai melakukan sosialisasi kepada warga pemukiman Bukit Munggu dan Bedeng Kresek pekan silam (8/10/2015), Management PT.Bukit Asam (Persero) Tbk Tanjung Enim, melalui Satuan Kerja (Satker) dan tim langsung bergerak cepat. Mereka melakukan tahapan pengosongan dan inventarisasi bangunan dan tanam tumbuh milik warga setempat. Kegiatan tersebut merupakan upaya tindak lanjut perusahaan yang akan menggunakan lahan di kedua pemukiman itu untuk operasional perusahaan.

Baca berita sebelumnya : Sosialisasi Pengosongan Hanya Formalitas, Warga : Belum Menyampaikan Aspirasi Kok Sudah di Tutup

Berdasarkan pantauan langsung Reporter RGBA FM di lapangan, kegiatan melibatkan unsur terkait, seperti TNI/Polri, kejaksaan, dinas kehutanan, dinas pertanian, dinas perkebunan, serta unsur tripika Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim.

PTBA bersama Tim yang melakukan inventarisasi di Bukit Munggu dan bedeng Kresek (Foto.Dok.KS/Aldo RGBA FM)

PTBA bersama Tim yang melakukan inventarisasi di Bukit Munggu dan Bedeng Kresek terkait dengan rencana pengosongan kawasan tersebut (Foto.Dok.KS/Aldo RGBA FM)

Melihat kedatangan mereka, warga sempat kaget. “Kami sempat kaget saja, karena sebelumnya tidak ada pengumuman resmi. Hanya desas-desus mau ada tim dari PTBA yang datang untuk mengukur bangunan dan tanam tumbuh di Bedeng Kresek dan Bukit Munggu,” ujar Yuli salah satu warga RT04 Bedeng Kresek kepada Hendro Aldo Irawan Reporter, RGBA FM.

Ia mengatakan, padahal sebagian warga belum mengetahui persis komponen apa saja yang akan dihitung dan akan dinilai dengan harga berapa usai pengukuran nanti. Namun informasi yang didapat warga hanya komponen bangunan dan tanam tumbuh.

Ketua RT 04, Juri Hartono, di sela-sela mendampingi tim dari Pertanahan PTBA dan unsur terkait mengatakan, informasi kegiatan pengukuran dan inventarisir ini sudah ia ketahui sebelumnya. Ia mengatakan, kegiatan ini akan dilakukan kepada seluruh warganya yang berjumlah sekitar ratusan kepala keluarga.

“Hari ini baru diukur bangunan dan tanam tumbuh, belum penentuan harga, maupun negosiasi. Baik bangunan baru dan lama semua dihitung,” jelas Juri.

Sementara itu, Camat Lawang Kidul yang diwakili Kasi Trantib, Ali Gunawan, didampingi Lurah Tanjung Enim, Dani Rapiko mengatakan, kegiatan ini baru pada tahap pengukuran lahan dan tanam tumbuh. Ia meminta kepada warga untuk menyampaikan semua, baik itu bangunan dan semua tanaman di sekitar rumah warga. “Kegiatan ini belum menentukan harga, dan baru mengukur, bangunan, tanam tumbuh,” jelas Ali Gunawan.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com