Sosialisasi Pengosongan Hanya Formalitas, Warga : Belum Menyampaikan Aspirasi Kok Sudah di Tutup

TANJUNG ENIM, KS

BUMN PT Bukit Asam (Persero) Tbk Tanjung Enim,Sumatera Selatan akhirnya menggelar sosialisasi pengosongan pemukiman Bedeng Kresek dan Bukit Munggu. Kali itu perusahaan menggunakan Jaksa Pengacara Negara (JPN). Namun sayangnya, sosialisasi dengan warga RT.02, RT 03 dan RT 04 Lingkungan Bukit Munggu dan Bedeng Kresek, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim tersebut terkesan hanya formalitas dan ceremony. Intinya tidak membuat puas bagi warga yang datang memenuhi undangan tersebut.

IMG_20151008_092133

Tampak Pertemuan warga RT 02,03 dan 04 Lingkungan Bukit Munggu dan Bedeng Kresek, Tanjung Enim dengan Manajemen PT Bukit Asam, Kamis (8/10/2015). (Foto.Dok.KS/Aldo)

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Kesenian Kamar Bola PTBA, Kamis (8/10/2015) itu, warga merasa tidak puas oleh karena belum sempat menyampaikan aspirasinya.

“Lucu sepertinya, kita hari ini kan di undang kesini untuk datang, tapi setelah di buka acara sosialisasinya, kita belum sempat menyampaikan aspirasi warga eh kok buru-buru di tutup, jadi percuma kan untuk datang,” ungkap Sahrudin, didampingi Sukamto dan tim perwakilan dari RT 04 Bedeng Kresek kepada Hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM.

Lebih lanjut kata Sahrudin, keinginan dari warganya khusus warga Bedeng Kresek RT 04 adalah minta lahan dan bangunan dibayar, supaya warga sendiri yang akan membangun rumahnya masing-masing.

Ia juga mengatakan, pada dasarnya warganya sangat mendukung apa yang menjadi rencana PT. Bukit Asam akan merelokasi pemukiman warga Bedeng Kresek. Tetapi, pihaknya telah sepakat dengan semua warga, asalkan PTBA benar-benar akan mengganti untung seluruh warganya.

“Kita mendukung keinginan perusahaan. Asalkan mendapat penggantian kompensasi yang sesuai. Jangan sampai kita pergi dari Bedeng Kresek ini malah tambah sengsara hidupnya,”imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, General Manager (GM) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE) PT.Bukit Asam Wibisono menjelaskan alasan perusahaan yang akan mengkosongkan warga di lingkungan RT.03 dan RT 04 Bukit Munggu dan Bedeng Kresek kedepannya. Alasan PTBA sendiri kata Wibi adalah berkaitan tentang kegiatan operasional perusahaan dan untuk mendukung kegiatan Pekan Olah Raga Propinsi (Poprov) Sumsel tahun 2017.

“Dari itu kita telah mendapatkan solusi untuk mengakomodir agar semua bisa berjalan. Poprov bisa berjalan, produksi juga berjalan. Kita merencanakan akan menggunakan di kawasan Bukit Munggu dan Bedeng Kresek,” ungkap Wibisono dalam pertemuan itu.

Ia menjelaskan, untuk melakukan kegiatan pengosongan lahan ini, PTBA menginginkan semua bisa berjalan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Untuk itu, pihaknya dibantu oleh JPN untuk menjembatani supaya kegiatan rencana pengosongan ini sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Supaya tidak ada kemungkinan lain, apa-apa yang belum bisa ketemu. Perusahaan memberikan sistem kompisasi ganti untung, untuk itulah sosialisasi ini diketahui semua pihak dan acuan pedoman kita supaya lancar,”tambahnya.

Hadir dalam pertemuan itu juga, Tim JPN dari Kejaksaan Negeri Muara Enim, Tripika Kecamatan Lawang Kidul, Dinas Kehutanan,Perkebunan, Pertanian, dan Dinas PU CK, Tokoh Agama,Tokoh Pemuda dan Sesepuh masyarakat setempat.

Sementara itu, Camat Lawang Kidul, Drs Asarli Manudin MSi, berharap kepada tim yang akan melakukan inventarisasi di lapangan untuk membuat jadwal sebelum mendatangi warga.

Hal ini supaya kegiatan dapat berjalan lancar dan terhindar dari kesalahan pendataan. Ia juga meminta kepada semua pihak untuk mentaati dan mengikuti ketentuan yang ada, serta warga harus ada pada saat penghitungan.

“Saya meminta kepada warga pemilik rumah, meminta Lurah, RT, RW tolong sampaikan apa adanya. Kepada warga untuk tidak mendengarkan isu isu berkembang di luar, dan jangan dipercaya. Apabila ada keluhan langsung saja sampaikan dengan tim,”ungkapnya.

TEKS / FOTO : HEDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




One thought on “Sosialisasi Pengosongan Hanya Formalitas, Warga : Belum Menyampaikan Aspirasi Kok Sudah di Tutup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *